Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Tuhan Harian

Firman Tuhan Harian
Firman Tuhan Harian

Kategorie

Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)
Perkataan Tuhan Yang Mahakuasa (Cara untuk Mengenal Tuhan)
Antologi Bacaan Firman Tuhan Yang Mahakuasa
Perkataan Kristus pada Akhir Zaman (Pilihan)

Hidup yang Dihabiskan dengan Mencari Ketenaran dan Kekayaan akan Membuat Seseorang Tidak Berdaya di Hadapan Maut

Karena kedaulatan dan pentakdiran Sang Pencipta, jiwa kesepian yang awalnya tidak memiliki apa-apa tanpa nama, mendapatkan orang tua dan keluarga, mendapatkan kesempatan menjadi anggota dari umat manusia, kesempatan untuk mengalami hidup manusia dan melihat dunia; lalu, ia juga mendapatkan kesempatan untuk mengalami kedaulatan Sang Pencipta, untuk mengenal keagungan penciptaan Sang Pencipta, dan yang paling penting, mengenal dan menjadi tunduk pada otoritas Sang Pencipta. Tetapi kebanyakan orang tidak benar-benar mengambil kesempatan sekejap yang langka ini. Mereka menghabiskan energi seumur hidup bertarung melawan nasib, menghabiskan seluruh waktu bersusah payah memberi makan keluarga mereka dan mondar-mandir mengurus kekayaan dan status. Hal-hal yang dipandang bernilai oleh orang-orang adalah keluarga, uang, dan ketenaran; mereka memandang hal-hal ini yang paling bernilai dalam kehidupan. Semua orang mengeluh akan nasib mereka, tetapi mereka tetap mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang paling wajib untuk didalami dan dipahami: Mengapa manusia hidup? Bagaimana manusia semestinya hidup? Apa nilai dan arti dari kehidupan? Sepanjang hidup mereka, tidak peduli berapa tahun yang mereka habiskan, mereka hanya dipusingkan dengan ketenaran dan kekayaan, sampai akhirnya masa muda mereka cepat berlalu, sampai akhirnya mereka menjadi tua dan keriput; hingga mereka melihat bahwa ketenaran dan kekayaan tidak akan mencegah kepikunan mereka, bahwa uang tidak dapat mengisi kehampaan dalam hati; sampai mereka paham bahwa tidak seorang pun yang bebas dari hukum kelahiran, penuaan, kesakitan, dan kematian, bahwa tidak ada yang bisa melarikan diri dari apa yang telah digariskan oleh nasib. Hanya ketika mereka terpaksa menghadapi titik waktu terakhir kehidupan, mereka baru mengerti bahwa meskipun seseorang memiliki berjuta-juta harta kekayaan, bahkan meskipun ia berasal dari keluarga kaya dan terpandang, tak seorang pun yang bisa lari dari maut, setiap orang akan kembali pada kedudukannya semula: jiwa kesepian yang tidak punya apa-apa, tanpa nama. Ketika seseorang mempunyai orang tua, ia percaya bahwa orang tuanya adalah segalanya; ketika ia punya harta benda, ia berpikir bahwa uang adalah segalanya, bahwa itu merupakan aset dalam kehidupan; ketika seseorang mencapai suatu status, mereka memeluknya erat-erat dan akan mempertaruhkan nyawa mereka demi status itu. Hanya ketika mereka akan meninggalkan dunia, barulah mereka sadar bahwa hal-hal yang telah mereka kejar sepanjang hidup mereka adalah fana bak awan yang berlalu cepat, tidak ada yang bisa mereka genggam, tidak satu pun yang bisa mereka bawa, tidak ada yang dapat menghindarkan mereka dari kematian, tidak satu pun yang dapat memberikan mereka penyertaan dan ketenangan bagi jiwa kesepian mereka dalam perjalanan pulangnya; dan yang paling terakhir, tidak ada satu pun yang dapat memberi mereka keselamatan, membuat mereka bisa melampaui maut. Ketenaran dan kekayaan yang diperoleh seseorang dalam dunia materiil hanya memberinya kepuasan sementara, kenikmatan yang akan berlalu, kemudahan semu, dan membuatnya tersesat. Dan karenanya orang-orang, dalam pergulatan mereka di tengah lautan manusia, yang menginginkan kedamaian, kenyamanan, dan ketenangan hati, berulang kali tergulung oleh ombak. Ketika orang-orang belum memecahkan pertanyaan yang paling penting untuk dipahami—dari mana mereka datang, mengapa mereka hidup, ke mana mereka pergi, dan lain sebagainya—mereka tergoda oleh ketenaran dan kekayaan, disesatkan, dikendalikan, dan tersesat oleh hal-hal tersebut tanpa bisa keluar. Waktu berlalu; bertahun-tahun lewat dalam sekejap; tanpa ia sadari, ia telah berpisah dengan masa-masa terbaik dalam hidupnya. Ketika ia hendak meninggalkan dunia, ia perlahan menjadi sadar bahwa segala hal di dunia ini akan sirna, bahwa tidak ada yang bisa terus memeluk harta yang mereka miliki; barulah ia benar-benar merasa bahwa ia sebenarnya tetap tidak punya apa-apa, layaknya bayi menangis yang baru saja terlahir ke dunia. Pada saat inilah ia terdorong merenungkan apa saja yang telah ia perbuat dalam hidupnya, apa nilai dari hidup, apa artinya, mengapa seseorang datang ke dunia; dan pada saat inilah ia semakin ingin tahu benarkah ada kehidupan setelah kematian, apakah Surga benar-benar ada, benarkah ada ganjaran atas dosanya…. Semakin dekat ia dengan maut, semakin ingin ia mengerti apa maksud dari hidup sebenarnya; semakin dekat ia dengan maut, semakin kosong hatinya; semakin dekat ia dengan maut, semakin ia merasa tidak berdaya; dan karenanya ketakutannya akan maut semakin bertambah hari demi hari. Ada dua alasan mengapa orang bersikap demikian saat mendekati ajal: Pertama, mereka akan segera kehilangan ketenaran dan kekayaan tempat mereka menggantungkan hidup, mereka akan segera meninggalkan segala hal yang dapat dilihat di dunia; lalu yang kedua, mereka akan segera menghadapi, seorang diri, suatu dunia yang asing, alam yang misterius dan tidak dikenal tempat mereka hendak menginjakkan kaki, tempat mereka tidak memiliki orang terkasih dan tanpa sokongan apa pun. Oleh karena dua alasan ini, setiap orang yang menghadapi kematian merasa tidak tenang, mengalami kepanikan dan rasa tidak berdaya yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya. Hanya ketika orang benar-benar mencapai titik waktu inilah baru mereka sadar bahwa hal pertama yang harus mereka mengerti, ketika menginjakkan kaki di bumi, adalah dari mana datangnya manusia? Mengapa manusia hidup? Siapa yang mengatur nasib manusia? Siapa yang memberikan dan memiliki kedaulatan atas keberadaan manusia? Hal-hal inilah aset kehidupan yang sebenarnya, inilah dasar esensial bagi kelangsungan hidup manusia, dan bukannya pelajaran tentang bagaimana menghidupi keluarga atau cara memperoleh ketenaran dan kekayaan, bukan pelajaran tentang cara menjadi orang yang menonjol dibandingkan yang lain dan cara menjalani hidup yang lebih makmur, dan juga bukan pelajaran tentang cara mengungguli dan berhasil bersaing melawan yang lain. Walaupun berbagai keterampilan bertahan hidup yang dikuasai orang selama hidupnya dapat memberikan segunung kesenangan materiil, itu tidak akan bisa mendatangkan kedamaian dan ketenangan yang sejati di hati mereka, melainkan membuat mereka terus-menerus kehilangan arah, kesulitan mengendalikan diri mereka, kehilangan setiap kesempatan untuk belajar tentang arti hidup; dan mendatangkan kesulitan terpendam dalam menyongsong ajal dengan benar. Karena inilah, kehidupan orang menjadi berantakan. Sang Pencipta memperlakukan setiap orang dengan adil, memberikan setiap orang peluang seumur hidup untuk mengalami dan mengenal kedaulatan-Nya, namun hanya ketika ajal menjemput, hanya ketika bayangan kematian meliputi seseorang, barulah ia melihat terang—saat semuanya sudah terlambat.

Orang-orang menghabiskan hidup mereka mengejar uang dan ketenaran; mereka memegang keduanya erat-erat, menganggap hal-hal tersebut sebagai satu-satunya penyokong mereka, seakan dengan memiliki hal-hal tersebut mereka bisa terus hidup, bisa terhindar dari maut. Tetapi hanya ketika mereka sudah dekat dengan ajal barulah mereka sadar betapa jauhnya hal-hal itu dari mereka, betapa lemahnya mereka di hadapan maut, betapa rapuhnya mereka, betapa sendirian dan tidak berdayanya mereka, tanpa arah untuk berbalik. Mereka menyadari bahwa hidup tidak bisa dibeli dengan uang atau ketenaran, bahwa tidak peduli seberapa kaya seseorang, tidak peduli seberapa tinggi kedudukannya, semua orang sama-sama miskin dan tidak berarti di hadapan maut. Mereka menyadari bahwa uang tidak bisa membeli kehidupan, bahwa ketenaran tidak bisa menghapus kematian, bahwa baik uang maupun ketenaran tidak dapat menambah jangka hidup mereka barang semenit atau sedetik pun. Semakin mereka merasa demikian, semakin mendamba mereka untuk terus hidup. Semakin mereka merasa demikian, semakin mereka takut akan datangnya maut. Hanya pada saat inilah mereka benar-benar sadar bahwa hidup mereka tidak berada di tangan mereka, bukan berada dalam kendali mereka, dan bahwa mereka tidak punya pilihan apakah mereka hidup atau mati, semuanya berada di luar kendali mereka.

Dikutip dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Firman Tuhan Harian

  • Mengenal Tuhan
  • Kehidupan Umat Kristen
Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan VII) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX (Kutipan I) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan V) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan I) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX (Kutipan III) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan III) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX (Kutipan II) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV (Kutipan I) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan II) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan VI) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan VIII) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan II) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VII (Kutipan I) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan VIII) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan V) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan X) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II (Kutipan VI) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI (Kutipan V) Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III (Kutipan IX) Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX" - Kutipan 186 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IX" - Kutipan 179 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 175 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 174 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 173 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 172 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 171 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 170 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VII" - Kutipan 169 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VII" - Kutipan 168 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VII" - Kutipan 167 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VII" - Kutipan 166 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 165 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 164 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 163 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 162 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 161 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 160 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 194 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 193 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 192 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 191 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 190 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 189 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 188 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik X" - Kutipan 187 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 178 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 177 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VIII" - Kutipan 176 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 158 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 157 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 156 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 154 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tuhan adalah Jalan Menuju Takut akan Tuhan dan Menjauhi Kejahatan" - Kutipan 1 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tuhan adalah Jalan Menuju Takut akan Tuhan dan Menjauhi Kejahatan" - Kutipan 2 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tuhan adalah Jalan Menuju Takut akan Tuhan dan Menjauhi Kejahatan" - Kutipan 3 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tuhan adalah Jalan Menuju Takut akan Tuhan dan Menjauhi Kejahatan" - Kutipan 4 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tuhan adalah Jalan Menuju Takut akan Tuhan dan Menjauhi Kejahatan" - Kutipan 5 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 6 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 7 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 8 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 9 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 10 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 11 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 12 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 13 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 14 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 15 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 16 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 17 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 18 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mengetahui Watak Tuhan dan Hasil yang Akan Dicapai Pekerjaan-Nya" - Kutipan 19 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 31 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 32 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 33 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 34 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 35 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 36 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 63 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 37 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 38 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 39 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 40 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 41 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 42 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 43 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 44 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 45 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 46 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 47 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 48 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 49 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 50 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 51 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 52 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 53 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 54 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 55 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 56 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II" - Kutipan 57 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 62 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 64 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 65 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 66 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 67 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 68 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 69 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 70 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 71 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 72 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 73 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 74 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 75 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 76 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 77 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 78 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 79 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 80 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 81 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" - Kutipan 82 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 83 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 84 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 85 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 86 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 87 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 88 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 89 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 90 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 91 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 92 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 93 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 94 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 95 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 96 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 97 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 98 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 99 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 100 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 101 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 102 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik I" - Kutipan 103 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 104 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 105 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 106 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 107 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 108 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 109 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 110 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 111 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 112 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 113 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 114 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 115 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 116 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 117 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 118 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik II" - Kutipan 119 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 120 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 121 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 122 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 123 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 124 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 125 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 126 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 127 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 129 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 132 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 133 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 134 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 135 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 136 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik III" - Kutipan 137 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" - Kutipan 138 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" - Kutipan 139 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" - Kutipan 140 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" - Kutipan 141 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" - Kutipan 142 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik IV" - Kutipan 143 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 144 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 145 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 146 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 147 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 148 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 149 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 150 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 151 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 152 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik V" - Kutipan 153 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 155 Firman Tuhan Harian - "Tuhan itu Sendiri, Tuhan yang Unik VI" - Kutipan 159
Tiga Tahap Pekerjaan Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan (Kutipan II) Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan (Kutipan IV) Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan (Kutipan V) Firman Tuhan Harian - "Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan" - Kutipan 1 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 5 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 6 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 7 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 8 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 9 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 10 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Tiga Tahap Pekerjaan Tuhan adalah Jalan untuk Mengenal Tuhan" - Kutipan 11 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia" - Kutipan 14 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 15 Firman Tuhan Harian - "Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi" - Kutipan 16 Firman Tuhan Harian - "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" - Kutipan 17 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan di Zaman Hukum Taurat" - Kutipan 18 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan di Zaman Hukum Taurat" - Kutipan 20 Firman Tuhan Harian - "Kisah Sebenarnya di Balik Pekerjaan pada Zaman Penebusan" - Kutipan 23 Firman Tuhan Harian - "Kata Pengantar" - Kutipan 25 Firman Tuhan Harian - "Misteri Inkarnasi (4)" - Kutipan 26 Firman Tuhan Harian - "Zaman Kerajaan adalah Zaman Firman" - Kutipan 28 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini" - Kutipan 32 Firman Tuhan Harian - "Misteri Inkarnasi (4)" - Kutipan 33 Firman Tuhan Harian - "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" - Kutipan 34 Firman Tuhan Harian - "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" - Kutipan 35 Firman Tuhan Harian - "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" - Kutipan 36 Firman Tuhan Harian - "Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" - Kutipan 44 Firman Tuhan Harian - "Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas 'Awan Putih'" - Kutipan 45 Penampakan dan Pekerjaan Tuhan Firman Tuhan Harian - "Bab 26" - Kutipan 63 Firman Tuhan Harian - "Bab 27" - Kutipan 64 Firman Tuhan Harian - "Bab 29" - Kutipan 65 Firman Tuhan Harian - "Bab 29" - Kutipan 66 Firman Tuhan Harian - "Deru Tujuh Guruh—Menubuatkan Bahwa Injil Kerajaan Akan Tersebar ke Seluruh Alam Semesta" - Kutipan 69 Firman Tuhan Harian - "Kata Pengantar" - Kutipan 74 Firman Tuhan Harian - "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Roh Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" - Kutipan 75 Firman Tuhan Harian - "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Roh Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" - Kutipan 76 Penghakiman pada Akhir Zaman Firman Tuhan Harian - "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" - Kutipan 77 Firman Tuhan Harian - "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" - Kutipan 78 Firman Tuhan Harian - "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" - Kutipan 79 Firman Tuhan Harian - "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" - Kutipan 80 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 82 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 83 Firman Tuhan Harian - "Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan Yang Bisa Menjadi Kesaksian bagi Tuhan" - Kutipan 86 Firman Tuhan Harian - "Bab 26" - Kutipan 98 Inkarnasi Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi (Kutipan IV) Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan (Kutipan III) Kedua Inkarnasi Melengkapi Makna Penting Inkarnasi (Kutipan I) Misteri Inkarnasi (2) (Kutipan II) Firman Tuhan Harian - "Misteri Inkarnasi (4)" - Kutipan 12 Firman Tuhan Harian - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 99 Firman Tuhan Harian - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 100 Firman Tuhan Harian - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 101 Firman Tuhan Harian - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 102 Firman Tuhan Harian - "Esensi Daging yang Didiami oleh Tuhan" - Kutipan 103 Firman Tuhan Harian - "Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" - Kutipan 105 Firman Tuhan Harian - "Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" - Kutipan 108 Firman Tuhan Harian - "Substansi Kristus adalah Ketaatan pada Kehendak Bapa Surgawi" - Kutipan 109 Firman Tuhan Harian - "Kata Pengantar" - Kutipan 110 Firman Tuhan Harian - "Misteri Inkarnasi (4)" - Kutipan 116 Firman Tuhan Harian - "Misteri Inkarnasi (4)" - Kutipan 117 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 118 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 119 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 120 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 122 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 123 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 124 Firman Tuhan Harian - "Manusia yang Rusak Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Berinkarnasi" - Kutipan 125 Firman Tuhan Harian - "Sudah Tahukah Engkau? Tuhan Telah Melakukan Hal yang Hebat di antara Manusia" - Kutipan 132 Firman Tuhan Harian - "Engkau Harus Tahu Bahwa Tuhan yang Praktis adalah Tuhan itu Sendiri" - Kutipan 135 Firman Tuhan Harian - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 136 Firman Tuhan Harian - "Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan" - Kutipan 137 Firman Tuhan Harian - "Perbedaan Mendasar Antara Tuhan yang Berinkarnasi dan Orang-Orang yang Dipakai oleh Tuhan" - Kutipan 139 Firman Tuhan Harian - "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" - Kutipan 140 Mengenal Pekerjaan Tuhan Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta: Bab 10 (Kutipan I) Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia (Kutipan VII) Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia (Kutipan VI) Firman Tuhan Harian - "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini" - Kutipan 141 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini" - Kutipan 142 Firman Tuhan Harian - "Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini" - Kutipan 143 Firman Tuhan Harian - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 145 Firman Tuhan Harian - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 146 Firman Tuhan Harian - "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" - Kutipan 148 Firman Tuhan Harian - "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" - Kutipan 149 Firman Tuhan Harian - "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" - Kutipan 150 Firman Tuhan Harian - "Engkau Seharusnya Tahu Bagaimana Seluruh Umat Manusia Telah Berkembang Hingga Hari Ini" - Kutipan 151 Firman Tuhan Harian - "Perbedaan Antara Pelayanan Tuhan yang Berinkarnasi dan Tugas Manusia" - Kutipan 161 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan dan Pekerjaan Manusia" - Kutipan 174 Firman Tuhan Harian - "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Karya Penaklukan (4)" - Kutipan 204 Firman Tuhan Harian - "Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" - Kutipan 215 Firman Tuhan Harian - "Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan" - Kutipan 216 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" - Kutipan 217 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" - Kutipan 218 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Menyebarkan Injil Juga Merupakan Pekerjaan Menyelamatkan Manusia" - Kutipan 219 Firman Tuhan Harian - "Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba" - Kutipan 220 Firman Tuhan Harian - "Kerajaan Seribu Tahun Telah Tiba" - Kutipan 221 Misteri Tentang Alkitab Firman Tuhan Harian - "Tentang Alkitab (1)" - Kutipan 268 Firman Tuhan Harian - "Tentang Alkitab (1)" - Kutipan 269 Firman Tuhan Harian - "Tentang Alkitab (3)" - Kutipan 272 Firman Tuhan Harian - "Tentang Alkitab (3)" - Kutipan 273 Firman Tuhan Harian - "Tentang Alkitab (4)" - Kutipan 275 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?" - Kutipan 278 Firman Tuhan Harian - "Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus" - Kutipan 280 Menyingkapkan Gagasan Agamawi Firman Tuhan kepada Seluruh Alam Semesta: Bab 10 (Kutipan II) Engkau Sekalian Harus Mempertimbangkan Perbuatanmu (Kutipan II) Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan (Kutipan II) Tak Satu pun yang Berasal dari Daging Dapat Luput pada Hari Kemurkaan (Kutipan I) Firman Tuhan Harian - "Apakah Tritunggal Itu Ada?" - Kutipan 298 Firman Tuhan Harian - "Kata Pengantar" - Kutipan 281 Firman Tuhan Harian - "Hanya Mereka yang Mengenal Pekerjaan Tuhan Saat Ini yang Boleh Melayani Tuhan" - Kutipan 283 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?" - Kutipan 284 Firman Tuhan Harian - "Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Membatasi Tuhan dalam Gagasannya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?" - Kutipan 285 Firman Tuhan Harian - "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Roh Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" - Kutipan 286 Firman Tuhan Harian - "Pada Saat Engkau Melihat Tubuh Roh Yesus, Tuhan Sudah Menciptakan Langit dan Bumi yang Baru" - Kutipan 287 Firman Tuhan Harian - "Kebenaran Sesungguhnya di Balik Karya Penaklukan (3)" - Kutipan 291 Firman Tuhan Harian - "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan" - Kutipan 293 Firman Tuhan Harian - "Semua Orang yang Tidak Mengenal Tuhan adalah Orang-Orang yang Menentang Tuhan" - Kutipan 294 Firman Tuhan Harian - "Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus" - Kutipan 295 Firman Tuhan Harian - "Apakah Tritunggal Itu Ada?" - Kutipan 296 Firman Tuhan Harian - "Apakah Tritunggal Itu Ada?" - Kutipan 297 Firman Tuhan Harian - "Apakah Tritunggal Itu Ada?" - Kutipan 299 Firman Tuhan Harian - "Engkau Harus Mencari Cara agar Dapat Selaras dengan Kristus" - Kutipan 306 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan dan Jalan Masuk (7)" - Kutipan 311 Firman Tuhan Harian - "Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Tuhan" - Kutipan 318 Firman Tuhan Harian - "Banyak yang Dipanggil, tetapi Sedikit yang Dipilih" - Kutipan 351 Firman Tuhan Harian - "Keluhan Yang Mahakuasa" - Kutipan 356 Firman Tuhan Harian - "Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan" - Kutipan 357 Menyingkapkan Kerusakan Manusia Firman Tuhan Harian - "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" - Kutipan 319 Firman Tuhan Harian - "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" - Kutipan 320 Firman Tuhan Harian - "Cara Mengenal Tuhan yang di Bumi" - Kutipan 321 Firman Tuhan Harian - "Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?" - Kutipan 324 Firman Tuhan Harian - "Apakah Engkau Seorang Percaya Sejati?" - Kutipan 325 Jalan Masuk ke Dalam Kehidupan Memandang Penampakan Tuhan dalam Penghakiman dan Hajaran-Nya (Kutipan II) Hanya Dia yang Mengalami Pekerjaan Tuhan yang Benar-Benar Percaya kepada Tuhan (Kutipan I) Firman Tuhan Harian - "Segala Sesuatu Terlaksana oleh Firman Tuhan" - Kutipan 405 Firman Tuhan Harian - "Cara Mengenal Kenyataan" - Kutipan 433 Tempat Tujuan dan Kesudahan Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan VIII) Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu (Kutipan I) Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan III) Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama (Kutipan I) Firman Tuhan Harian - "Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu" - Kutipan 585 Firman Tuhan Harian - "Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu" - Kutipan 586 Firman Tuhan Harian - "Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia" - Kutipan 587 Firman Tuhan Harian - "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" - Kutipan 595 Firman Tuhan Harian - "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" - Kutipan 597 Firman Tuhan Harian - "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" - Kutipan 598 Firman Tuhan Harian - "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" - Kutipan 599 Firman Tuhan Harian - "Tuhan dan Manusia akan Masuk ke Tempat Perhentian Bersama-sama" - Kutipan 600 Firman Tuhan Harian - "Pekerjaan Tuhan dan Penerapan Manusia" - Kutipan 602 Firman Tuhan Harian - "Kristus Melakukan Pekerjaan Penghakiman dengan Kebenaran" - Kutipan 612 Watak Tuhan dan Apa yang Dimiliki-Nya dan Siapa Dia Firman Tuhan Harian - "Perintah-Perintah Zaman Baru" - Kutipan 243 Firman Tuhan Harian - "Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan" - Kutipan 244 Firman Tuhan Harian - "Sangatlah Penting untuk Memahami Watak Tuhan" - Kutipan 245 Firman Tuhan Harian - "Persiapkanlah Perbuatan Baik yang Cukup untuk Tiba di Tempat Tujuanmu" - Kutipan 249 Firman Tuhan Harian - "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" - Kutipan 254 Firman Tuhan Harian - "Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal" - Kutipan 255 Firman Tuhan Harian - "Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia" - Kutipan 258 Firman Tuhan Harian - "Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia" - Kutipan 259 Firman Tuhan Harian - "Keluhan Yang Mahakuasa" - Kutipan 261 Firman Tuhan Harian - "Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" - Kutipan 262 Firman Tuhan Harian - "Tuhan Mengendalikan Nasib Seluruh Umat Manusia" - Kutipan 263 Firman Tuhan Harian - "Manusia Hanya Dapat Diselamatkan dalam Pengelolaan Tuhan" - Kutipan 264

00:00
00:00

0Hasil Pencarian

PEMBACAAN