Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Firman Klasik Tuhan Yang Mahakuasa tentang Injil Kerajaan

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Bagaimana Mungkin Manusia yang Telah Mendefinisikan Tuhan dalam konsepsi-konsepsinya Dapat Menerima Penyingkapan Tuhan?

Pekerjaan Tuhan terus maju, dan meskipun tujuan pekerjaan-Nya tetap tak berubah, sarana yang dipakai-Nya dalam bekerja selalu berubah, maka demikian juga halnya dengan orang-orang yang mengikuti Tuhan. Semakin banyak pekerjaan Tuhan, semakin sempurna manusia mengenal Tuhan, dan watak manusia berubah bersamaan dengan pekerjaan-Nya. Kendati demikian, karena pekerjaan Tuhan selalu berubah, orang-orang yang tidak mengetahui pekerjaan Roh Kudus dan orang-orang absurd yang tak mengetahui kebenaran menjadi lawan-lawan Tuhan. Tidak pernah pekerjaan Tuhan selaras dengan konsepsi-konsepsi manusia, sebab pekerjaan-Nya selalu baru dan tak pernah usang. Tidak pernah Tuhan mengulangi pekerjaan yang dahulu, tetapi terus maju untuk melakukan pekerjaan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Karena Tuhan tidak pernah mengulangi pekerjaan-Nya dan karena manusia senantiasa menghakimi pekerjaan Tuhan saat ini berdasarkan pekerjaan-Nya di masa lalu, sangatlah sulit bagi Tuhan untuk melakukan setiap tahap pekerjaan zaman yang baru. Manusia menyebabkan terlalu banyak hambatan! Pemikiran manusia terlalu picik! Tidak seorang pun mengerti pekerjaan Tuhan, tetapi mereka semua mendefinisikan pekerjaan tersebut. Di luar Tuhan, manusia kehilangan kehidupan, kebenaran, dan berkat-berkat Tuhan, tetapi manusia tidak mau menerima kebenaran maupun kehidupan, apalagi berkat-berkat yang lebih besar yang Tuhan karuniakan atas umat manusia. Semua manusia berharap untuk dapat meraih Tuhan, tetapi tidak mentoleransi perubahan apa pun dalam pekerjaan Tuhan. Orang-orang yang tidak menerima pekerjaan Tuhan yang baru meyakini bahwa pekerjaan Tuhan tidak berubah, dan bahwa pekerjaan Tuhan selamanya akan begitu-begitu saja. Dalam keyakinan mereka, satu-satunya yang diperlukan untuk mendapat keselamatan kekal dari Tuhan adalah menaati hukum Taurat, dan selama mereka bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, hati Tuhan akan selalu dipuaskan. Mereka berpendapat bahwa Tuhan hanya bisa menjadi Tuhan berdasarkan hukum Taurat dan Tuhan yang terpaku di kayu salib bagi manusia. Pendapat mereka jugalah bahwa Tuhan tidak boleh dan tidak bisa melampaui Alkitab. Pendapat-pendapat inilah yang telah membelenggu mereka erat-erat pada hukum Taurat masa lalu dan membuat mereka tetap terkekang oleh peraturan-peraturan yang kaku. Bahkan lebih banyak orang percaya bahwa apa pun pekerjaan Tuhan yang baru, pekerjaan itu harus didukung oleh nubuat-nubuat, dan bahwa dalam setiap tahap pekerjaan seperti itu, semua orang yang mengikuti-Nya dengan hati yang benar pasti mendapat pewahyuan juga, jika tidak, pekerjaan itu tak mungkin berasal dari Tuhan. Untuk dapat mengenal Tuhan bukan tugas yang mudah bagi manusia. Ditambah dengan hati manusia yang absurd dan sifat pemberontaknya yang mementingkan diri sendiri dan pongah, maka semakin sulitlah bagi manusia untuk menerima pekerjaan Tuhan yang baru. Manusia tidak menyelidiki pekerjaan Tuhan yang baru secara saksama ataupun menerimanya dengan kerendahan hati. Sebaliknya, manusia malah menunjukkan sikap menghina, menantikan pewahyuan dan bimbingan Tuhan. Bukankah ini perilaku manusia yang memberontak dan melawan Tuhan? Bagaimana manusia seperti ini bisa mendapat perkenan Tuhan?

Pada waktu itu, Yesus menyatakan bahwa pekerjaan Yahweh sudah ketinggalan di Zaman Kasih Karunia. Begitu pula, menurut -Ku saat ini pekerjaan Yesus sudah ketinggalan. Seandainya hanya ada Zaman Hukum Taurat, dan tidak ada Zaman Kasih Karunia, Yesus tidak mungkin disalibkan dan tidak mungkin menebus seluruh umat manusia. Seandainya hanya ada Zaman Hukum Taurat, mungkinkan umat manusia bisa berkembang sampai hari ini? Sejarah terus bergulir maju; bukankah sejarah adalah hukum alami pekerjaan Tuhan? Bukankah ini penggambaran pengelolaan-Nya atas manusia dalam seluruh alam semesta? Sejarah terus bergulir maju, begitu pula pekerjaan Tuhan, kehendak Tuhan terus berubah. Mempertahankan satu tahap pekerjaan selama enam ribu tahun tidaklah praktis bagi Tuhan, sebab semua manusia tahu bahwa Ia selalu baru dan tak pernah usang. Tidaklah mungkin bagi-Nya terus memperpanjang pekerjaan yang serupa dengan penyaliban, dan satu, dua, tiga kali lagi... terpaku ke kayu salib. Ini adalah persepsi manusia yang absurd. Tuhan tidak memperpanjang pekerjaan yang serupa, dan pekerjaan-Nya selalu berubah dan selalu baru, sangat mirip dengan bagaimana Aku setiap hari menyampaikan firman yang baru kepada engkau semua dan melakukan pekerjaan baru. Inilah pekerjaan yang Aku lakukan, kuncinya terletak pada kata "baru" dan "ajaib". "Tuhan tidak berubah, dan Tuhan akan tetap menjadi Tuhan". Perkataan ini memang benar. Substansi Tuhan tidak berubah, Tuhan tetaplah Tuhan, dan Ia tidak akan pernah berubah menjadi Iblis, tetapi ini tidak membuktikan bahwa pekerjaan-Nya juga selalu sama dan tak pernah berubah seperti substansi-Nya. Engkau menyatakan bahwa Tuhan seperti itu, tetapi bagaimana engkau menjelaskan bahwa Tuhan itu selalu baru dan tak pernah usang. Pekerjaan Tuhan terus menyebar dan selalu berubah, dan kehendak Tuhan terus diwujudkan dan diperlihatkan kepada manusia. Saat manusia mengalami pekerjaan Tuhan, wataknya terus berubah, dan pengetahuannya terus berubah. Lalu, dari manakah asal perubahan ini? Bukankah dari Tuhan yang selalu berubah? Jika watak manusia bisa berubah, mengapa manusia tidak mengizinkan pekerjaan-Ku dan firman-Ku juga terus berubah? Haruskah Aku tunduk pada pembatasan-pembatasan manusia? Bukankah itu berarti cara berpikirmu malah mundur sehingga menjadi sesat sekarang ?

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan berkata, “Dan lihatlah, Aku mengutus janji Bapa-Ku kepada kalian: tetapi tunggulah di kota Yerusalem, sampai kalian menerima kuasa dari atas.” Bisakah engkau menjelaskan arti perkataan ini? Apakah engkau sekarang diperlengkapi dengan kuasa-Nya? Sudahkah kini engkau mengerti apa yang dimaksud dengan kuasa? Yesus menyatakan bahwa Roh kebenaran akan dicurahkan atas manusia pada akhir zaman. Sekaranglah akhir zaman itu, apakah engkau memiliki Roh kebenaran? Di mana Roh kebenaran itu? Apakah roh-roh najis dan roh-roh jahat itu Roh kebenaran? Roh-roh itu tidak memiliki keadilan, apalagi membekalkan hidup, dan terus memelihara hukum Taurat dari masa lampau tanpa sedikit pun melakukan pekerjaan baru. Roh-roh itukah Roh kebenaran? Apakah roh-roh itu memiliki hidup, kebenaran, dan jalan? Apakah roh-roh itu muncul sendiri-sendiri dari dunia ini? Engkau semua yang keras kepala berpegang pada Alkitab dan berpaut erat-erat kepada Yesus—sudahkah engkau semua mengikuti pekerjaan Yesus dan perkataan-Nya? Seberapa setiakah engkau semua kepada Yesus? Kitab terbesar nubuat Yesaya di Perjanjian Lama tidak pernah menyebutkan bahwa seorang anak bernama Yesus akan dilahirkan di zaman Perjanjian Baru, hanya menyebutkan bahwa seorang bayi laki-laki akan dilahirkan dengan nama Imanuel. Mengapa Yesaya tidak menyebut nama Yesus dengan spesifik? Tidak pernah di Perjanjian Lama nama ini muncul, jadi mengapa engkau masih percaya kepada Yesus? Engkau tidak melihat Yesus dengan mata kepala sendiri sebelum percaya kepada-Nya bukan? Atau mungkin engkau mulai percaya setelah menerima pewahyuan? Akankah Tuhan benar-benar menunjukkan kasih karunia yang sedemikian kepada engkau? Dan mengaruniakan kepada engkau berkat yang sedemikian besar? Atas dasar apakah engkau percaya kepada Yesus? Lalu, mengapa engkau tidak percaya bahwa Tuhan telah menjadi daging saat ini? Mengapa engkau berkata bahwa tak adanya pewahyuan dari Tuhan kepada engkau membuktikan bahwa Ia belum menjadi daging? Apakah Tuhan harus memberi tahu manusia sebelum Ia memulai pekerjaan-Nya? Apakah Ia harus menerima persetujuan manusia dahulu? Yesaya hanya menyatakan bahwa seorang bayi laki-laki akan lahir di dalam palungan, tetapi tidak pernah menubuatkan bahwa Maria akan melahirkan Yesus. Lalu, mengapa engkau percaya kepada Yesus yang dilahirkan Maria? Pastinya kepercayaanmu bukan salah satu ketidakpastian dan kebingungan! Beberapa orang mengatakan bahwa nama Tuhan tidak berubah. Lalu, mengapa nama Yahweh berubah menjadi Yesus? Dinubuatkan bahwa Mesias akan datang, lalu mengapa manusia bernama Yesus yang datang? Mengapa nama Tuhan berubah? Bukankah pekerjaan seperti itu sudah lama terjadi? Tidak bisakah Tuhan saat ini melakukan pekerjaan baru? Pekerjaan kemarin dapat berubah, dan pekerjaan Yesus dapat berlangsung sebagai kelanjutan pekerjaan Yahweh. Tidak bisakah pekerjaan Yesus dilanjutkan dengan pekerjaan lain? Jika nama Yahweh dapat berubah menjadi Yesus, tidak bisakah nama Yesus juga berubah? Hal ini bukannya tidak lazim, dan orang berpikir begitu[a] hanya karena dangkalnya pemikiran mereka. Tuhan akan tetap Tuhan. Terlepas dari perubahan pada pekerjaan-Nya dan nama-Nya, watak dan hikmat-Nya tetap tak berubah selamanya. Jika engkau percaya bahwa Tuhan hanya boleh dipanggil dengan nama Yesus, sedikit sekali pengetahuan mu. Beranikah engkau menyatakan bahwa Yesus adalah nama Tuhan selamanya, bahwa Tuhan akan selamanya dan selalu bernama Yesus, dan bahwa hal ini tak akan pernah berubah? Beranikah engkau menyatakan dengan pasti bahwa nama Yesuslah yang menyimpulkan Zaman Hukum Taurat dan juga menyimpulkan zaman terakhir? Siapa yang dapat mengatakan bahwa kasih karunia Yesus dapat menyimpulkan zaman. Jika engkau tidak bisa mengerti kebenaran ini saat ini, bukan hanya engkau tak akan mampu memberitakan Injil, tetapi engkau sendiri bahkan tidak akan bisa tetap berdiri teguh. Ketika tiba harinya engkau berhasil menguraikan segala kerumitan orang-orang agamawi itu dan menyanggah segala kesesatan mereka, itulah bukti engkau sudah betul-betul yakin akan tahap pekerjaan ini dan tidak ragu sedikit pun. Jika engkau tidak dapat menyanggah kesesatan mereka, mereka akan menjebak engkau dan memburuk-burukkan engkau. Bukankah ini memalukan?

Orang Yahudi pada saat itu semua membaca dari Perjanjian Lama dan mengetahui nubuat Yesaya bahwa seorang bayi laki-laki akan dilahirkan di dalam palungan. Lalu, mengapa, dengan pengetahuan ini, mereka tetap menganiaya Yesus? Bukankah ini karena sifat pemberontak dan ketidaktahuan mereka akan pekerjaan Roh Kudus? Pada saat itu, orang Farisi percaya bahwa pekerjaan Yesus tidak seperti yang mereka ketahui tentang bayi laki-laki yang dinubuatkan itu. Manusia di masa ini menolak Tuhan karena pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi tidak sesuai dengan Alkitab. Bukankah substansi pemberontakan mereka terhadap Tuhan sama saja? Dapatkah engkau menjadi orang yang menerima tanpa keraguan semua pekerjaan Roh Kudus? Jika ini pekerjaan Roh Kudus, aliran itu benar. Engkau harus menerimanya tanpa keraguan sedikit pun, malah bukannya memilih dan memilah mana yang akan diterima. Jika engkau memperoleh sedikit pengetahuan dari Tuhan dan berlaku curiga terhadap-Nya, bukankah ini tindakan yang benar-benar tak masuk akal? Hal yang harus engkau lakukan adalah menerima setiap pekerjaan, tanpa perlu mencari dukungan lebih jauh dari Alkitab, selama pekerjaan itu berasal dari Roh Kudus, sebab engkau percaya kepada Tuhan untuk mengikuti Dia, bukan untuk menyelidiki-Nya. Engkau tidak perlu mencari bukti lain mengenai Aku untuk menunjukkan bahwa Aku adalah Tuhanmu. Sebaliknya, engkau seharusnya berusaha menilai apakah Aku bermanfaat bagimu. Inilah kuncinya. Sekalipun engkau menemukan banyak bukti tak terbantahkan dalam Alkitab, hal itu tak dapat membawamu seutuhnya ke hadapan-Ku. Engkau adalah orang yang hidup terkungkung dalam sekat-sekat Alkitab, dan bukan di hadapan-Ku. Alkitab tak dapat menolongmu mengenal-Ku atau memperdalam kasihmu kepada-Ku. Meskipun Alkitab menubuatkan seorang bayi laki-laki akan lahir, tak seorang pun dapat menyelami di dalam siapa nubuat ini akan digenapi, sebab manusia tidak memahami pekerjaan Tuhan, dan inilah yang membuat orang Farisi menentang Yesus. Beberapa orang mengetahui bahwa pekerjaan-Ku berkaitan dengan kepentingan manusia, tetapi mereka terus meyakini bahwa Yesus dan Aku adalah dua makhluk yang sama sekali terpisah dan bertentangan satu sama lain. Pada waktu itu, Yesus hanya menyampaikan kepada murid-muridnya serangkaian khotbah pada Zaman Kasih Karunia, misalnya cara mempraktikkan, cara bersekutu, cara meminta dalam doa, cara memperlakukan orang lain, dan sebagainya. Pekerjaan yang dilakukan-Nya adalah pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan Ia hanya menguraikan bagaimana seharusnya murid-murid dan orang-orang yang mengikuti-Nya mempraktikkannya. Ia hanya melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia, dan sama sekali tidak melakukan pekerjaan akhir zaman. Ketika Yahweh menurunkan hukum Taurat Perjanjian Lama pada Zaman Hukum Taurat, mengapa Ia tidak melakukan pekerjaan Zaman Kasih Karunia pada waktu itu? Mengapa Ia tidak menjelaskan lebih dahulu pekerjaan Zaman Kasih Karunia? Bukankah hal itu akan membantu penerimaan manusia? Ia hanya menubuatkan bahwa seorang bayi laki-laki akan lahir dan berkuasa, tetapi Ia tidak melakukan lebih dahulu pekerjaan Zaman Kasih Karunia. Pekerjaan Tuhan dalam setiap zaman memiliki batasan-batasan yang jelas. Ia hanya melakukan pekerjaan zaman sekarang dan tidak pernah melakukan pekerjaan zaman selanjutnya terlebih dahulu. Hanya dengan cara inilah pekerjaan-Nya yang mewakili setiap zaman dapat dikerjakan. Yesus hanya berbicara tentang tanda-tanda akhir zaman, bagaimana cara untuk dapat bersabar dan dapat diselamatkan, bagaimana cara bertobat dan mengaku dosa, serta bagaimana cara memikul salib dan menanggung penderitaan. Tidak pernah Ia berbicara mengenai perkara-perkara yang harus dimasuki manusia pada akhir zaman atau bagaimana cara agar dapat memenuhi kehendak Tuhan. Dengan demikian, bukankah suatu tindakan yang sesat bila mencari pekerjaan Tuhan pada akhir zaman dalam Alkitab? Apa yang dapat engkau pahami dengan sekadar memegang Alkitab di tanganmu? Entah penafsir Alkitab atau pengkhotbah, siapa yang dapat mengetahui lebih dahulu pekerjaan yang terjadi saat ini?

“Barangsiapa bertelinga untuk mendengar, hendaklah dia mendengar apa yang dikatakan Roh kepada gereja-gereja.” Sudahkah engkau semua kini mendengar suara Roh Kudus? Firman Tuhan sudah datang atas engkau semua. Apakah engkau mendengarnya? Tuhan melakukan pekerjaan firman pada akhir zaman, dan firman itu berasal dari Roh Kudus, sebab Tuhan adalah Roh Kudus dan dapat juga menjadi daging. Oleh sebab itu, firman Roh Kudus, seperti yang diucapkan di masa lalu, adalah firman Tuhan yang berinkarnasi saat ini. Ada banyak manusia absurd yang percaya bahwa firman dari Roh Kudus seharusnya turun langsung dari surga ke telinga manusia. Setiap orang yang berpikir seperti ini tidak memahami pekerjaan Tuhan. Sesungguhnya, ucapan-ucapan yang diucapkan Roh Kudus adalah ucapan-ucapan yang diucapkan Tuhan yang menjadi daging. Roh Kudus tidak dapat berbicara langsung kepada manusia, dan Yahweh tidak berbicara langsung kepada manusia, bahkan di Zaman Hukum Taurat. Bukankah lebih tidak mungkin lagi Ia berbuat demikian di zaman sekarang? Agar Tuhan dapat menyampaikan ucapan-ucapan-Nya untuk melakukan pekerjaan-Nya, Ia harus menjadi daging, jika tidak, pekerjaan-Nya tidak dapat mencapai tujuan-Nya. Orang-orang yang menyangkal Tuhan yang menjadi daging adalah orang-orang yang tidak mengenal Roh atau prinsip-prinsip kerja Tuhan. Orang-orang yang percaya bahwa zaman ini adalah zaman Roh Kudus, tetapi tidak menerima pekerjaan baru-Nya, adalah orang-orang yang hidup dalam iman yang samar. Manusia semacam itu tak akan menerima pekerjaan Roh Kudus. Orang-orang yang hanya berharap agar Roh Kudus langsung berbicara dan melakukan pekerjaan-Nya, tetapi tidak menerima firman atau pekerjaan Tuhan yang berinkarnasi, tak akan pernah bisa melangkah masuk ke dalam zaman yang baru atau menerima keselamatan sempurna dari Tuhan!

Catatan kaki:

a. Dalam teks asli tertulis "yang".

Sebelumnya:Hanya Orang-Orang yang Mengenal Tuhan dan Pekerjaan-Nya Dapat Memuaskan Hati Tuhan

Selanjutnya:Manusia yang Cemar Lebih Membutuhkan Keselamatan dari Tuhan yang Menjadi Daging

Anda Mungkin Juga Menyukai