Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Penghakiman Dimulai dari Bait Tuhan

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Persiapkan Dirimu dengan Perbuatan Baik untuk Tiba di Tempat Tujuanmu

Aku telah melakukan banyak pekerjaan di tengah-tengahmu, serta menyampaikan sejumlah ucapan. Namun Aku selalu merasa firman-Ku dan pekerjaan-Ku belum sepenuhnya menggenapi rencana pekerjaan-Ku di akhir zaman. Sebab di akhir zaman, pekerjaan-Ku bukanlah demi kepentingan seseorang atau segelintir orang, tetapi untuk memperlihatkan watak dasar-Ku. Tetapi karena segudang alasan–entah itu kurangnya waktu atau kesibukan kerja–watak diri-Ku belum dapat membuat manusia mengenal-Ku sedikit pun. Karena itu Aku akan melaksanakan rencana baru-Ku, pekerjaan terakhir-Ku, untuk membuka halaman baru dalam pekerjaan-Ku sehingga semua orang yang memandang-Ku akan memukul-mukul dada dan menangis dan meratap karena keberadaan-Ku. Ini karena Aku membawa akhir umat manusia kepada dunia, dan sejak saat itu, Aku akan membukakan seluruhnya tentang watak-Ku di hadapan umat manusia, sehingga semua orang yang mengenal Aku dan semua orang yang tidak mengenal Aku akan terbuka matanya dan melihat bahwa Aku benar-benar sudah datang ke dalam dunia manusia, datang ke muka bumi saat segala sesuatu berlipat ganda. Inilah rencana-Ku, “pengakuan” tunggal-Ku sejak penciptaan manusia. Aku berharap engkau dapat memberikan perhatian penuh kepada setiap gerakan-Ku, karena tongkat-Ku akan kembali menekan umat manusia, menekan semua yang menentang Aku.

Bersama segala langit, Aku memulai pekerjaan yang harus Kulakukan. Jadi Aku menetapkan langkah-Ku di tengah lautan manusia, berjalan di antara langit dan bumi, tanpa seorang pun mampu mengenali gerakan-Ku atau menyimak perkataan-Ku. Karena itu, rencana-Ku tetap berlanjut dengan mulus. Seluruh inderamu telah menjadi begitu tumpul sehingga tidak mengenali langkah demi langkah pekerjaan-Ku sedikit pun. Namun akan tiba harinya engkau akan menyadari maksud dan tujuan-Ku. Hari ini, Aku hidup bersamamu dan menderita bersamamu. Sejak dulu Aku mengerti sikap manusia terhadap Aku. Kurasa tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, apalagi memberikan contoh hal menyakitkan untuk membuat engkau malu. Harapan-Ku semata adalah engkau merenungkan segala sesuatu yang telah kaulakukan dalam hatimu sehingga saat bertemu kembali, kita dapat membuat perhitungan. Aku tak bermaksud menuduh siapa pun, karena Aku selalu berlaku adil, jujur, dan terhormat. Tentu saja, Aku juga berharap engkau bersikap terbuka dan berbesar hati dan tidak melakukan apa pun yang menentang langit dan bumi dan hati nuranimu. Hanya ini yang Kuminta darimu. Banyak orang merasa resah dan gelisah karena telah melakukan kesalahan-kesalahan mengerikan, dan banyak yang merasa malu pada diri sendiri karena belum pernah melakukan satu kebaikan pun. Namun banyak pula yang–bukannya merasa malu karena dosanya–justru semakin jahat, benar-benar membuka topeng yang menutupi sifatnya yang mengerikan–yang tak lama lagi akan terungkap sepenuhnya–untuk mencobai Aku. Aku tidak peduli, juga tidak terganggu oleh, tindakan siapa pun. Sebaliknya, Aku melakukan pekerjaan yang harus Kulakukan, entah itu mengumpulkan informasi, atau menjelajahi negeri, atau melakukan sesuatu yang menarik minat-Ku. Pada waktu yang tepat, Aku akan melanjutkan pekerjaan-Ku di antara manusia sesuai rencana awal, tidak terlalu cepat atau terlalu terlambat, dengan mudah dan cepat. Tetapi, di setiap langkah dalam pekerjaan-Ku akan selalu ada manusia yang Aku kesampingkan, karena Aku tidak suka cara mereka yang suka menjilat dan sikap tunduk mereka yang pura-pura. Orang-orang yang sarat rasa benci kepada-Ku, entah sengaja atau tidak, sudah pasti akan ditinggalkan. Singkatnya, Aku ingin semua yang membuat-Ku muak menjauh dari-ku. Sudah jelas, Aku tidak akan mengampuni orang-orang fasik yang masih ada di rumah-Ku. Karena hari penghukuman manusia sudah dekat, Aku tidak terburu-buru mencampakkan jiwa-jiwa yang menjijikkan, karena Aku punya rencana sendiri.

Inilah saatnya Aku menentukan akhir bagi setiap orang, bukan panggung tempat Aku membentuk manusia. Aku menuliskannya dalam buku catatan-Ku, satu demi satu, setiap perkataan dan tindakan setiap orang, juga jalan yang mereka tempuh ketika mengikut Aku, ciri-ciri khas mereka, dan kinerja akhir mereka. Dengan begini, tak seorang manusia pun akan luput dari-Ku dan semua akan terkelompokkan sesuai yang telah Kutetapkan. Aku telah menetapkan tujuan akhir setiap orang bukan berdasarkan umur, senioritas, banyaknya penderitaan yang dialami, apalagi sedikit banyaknya mereka memohon belas kasihan; melainkan berdasarkan apakah mereka memiliki kebenaran atau tidak. Tidak ada pilihan lain. Engkau harus menyadari bahwa semua orang yang tidak mengikuti kehendak Tuhan akan dihukum. Ini fakta yang takkan berubah. Karenanya semua orang yang dihukum, akan menerima hukumannya demi kebenaran Tuhan dan sebagai ganjaran atas tindakan jahat mereka. Aku tidak pernah mengubah rencana-Ku sedikit pun sejak rencana itu muncul. Hanya saja, manusia, orang-orang yang kepadanya Aku mengarahkan firman-Ku jumlahnya tampak semakin berkurang, seperti juga orang-orang yang Kuperkenan. Namun, Aku mempertahankan rencana-Ku dan takkan pernah mengubahnya. Sebetulnya, iman dan kasih manusia-lah yang berubah dan memudar, sampai-sampai orang yang tadinya bersikap menjilat kepada-Ku menjadi dingin terhadap-Ku, bahkan mencampakkan-Ku. Sikap-Ku padamu tidak panas atau dingin, sampai Aku merasa jijik dan muak, dan akhirnya menjatuhkan hukuman. Namun di hari penghukumanmu, Aku tetap dapat melihatmu, tetapi engkau tidak lagi dapat melihat-Ku. Karena berada di tengah-tengahmu semakin membosankan dan membuat-Ku jemu, sehingga Aku memilih lingkungan lain untuk berada di sana, lingkungan yang lebih baik agar terhindar dari luka hati akibat ucapanmu yang jahat dan menjauh dari perilakumu yang kotor yang tak tertahankan oleh-Ku, agar engkau tidak lagi bisa menipu-Ku atau memperlakukan-Ku dengan acuh tak acuh. Sebelum Aku meninggalkan engkau, Aku tetap harus menasehatimu agar menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran. Sebaliknya, engkau harus melakukan hal-hal yang menyenangkan semua orang, yang bermanfaat bagi semua orang, dan yang bermanfaat bagimu dalam mencapai tempat tujuan mu sendiri, karena jika tidak, yang akan menderita di tengah-tengah malapetaka tak lain tak bukan adalah dirimu sendiri.

Kasih setia-Ku Kunyatakan kepada orang-orang yang mengasihi-Ku dan menyangkal dirinya sendiri. Sebaliknya penghukuman yang dijatuhkan atas orang-orang fasik adalah bukti nyata watak keadilan-Ku, dan bahkan merupakan kesaksian akan murka-Ku. Ketika malapetaka datang, kelaparan dan penyakit sampar akan menimpa orang-orang yang melawan Aku dan mereka akan menangis. Semua orang yang gemar melakukan kejahatan, sekalipun mengikut Aku selama bertahun-tahun, tidak akan lolos dari hukuman; mereka juga akan jatuh ke dalam malapetaka yang jarang terjadi di sepanjang sejarah, akan selalu hidup dalam keterkejutan dan ketakutan. Para pengikut-Ku yang telah menunjukkan kesetiaan hanya kepada-Ku akan bersukacita dan mengelu-elukan kedahsyatan-Ku. Mereka akan mengalami kesukaan yang tak terkatakan dan hidup dalam sukacita yang belum pernah Kucurahkan kepada manusia sebelumnya. Sebab Aku menghargai perbuatan baik manusia, dan jijik terhadap kejahatan mereka. Sejak awal memimpin umat manusia, Aku sungguh rindu menemukan sekelompok orang yang selaras pikirannya dengan Aku. Aku tidak pernah melupakan orang-orang yang pikirannya tidak selaras dengan-Ku; di dalam hati-Ku Aku membenci mereka, menantikan kesempatan menimpakan pembalasan-Ku terhadap mereka, yang akan sangat Kunikmati. Dan kesempatan itu kini tiba, Aku tak perlu menunggu lagi!

Pekerjaan akhir-Ku bukan sekadar demi menghukum manusia tetapi juga mengatur tempat tujuan mereka. Bahkan lebih dari itu, agar mereka mengakui segala sesuatu yang telah Kuperbuat. Aku ingin setiap orang mengerti bahwa semua yang Kulakukan adalah benar adanya, bahwa apa pun yang Kulakukan adalah pengungkapan dari watak-Ku; itu bukan perbuatan manusia, apalagi alam semesta, yang melahirkan manusia. Sebaliknya, Aku-lah yang telah memelihara segala ciptaan. Tanpa keberadaan-Ku, umat manusia akan binasa dan mengalami pedihnya malapetaka. Tak ada seorang pun yang akan menyaksikan kembali indahnya mentari atau bulan, atau hijaunya bumi ini. Umat manusia hanya akan dapat menatap malam yang membekukan dan lembah kematian yang tak kenal ampun. Hanya Aku-lah yang mampu menyelamatkan manusia. Aku-lah harapan manusia satu-satunya, bahkan keberadaan seluruh umat manusia tergantung pada Aku seorang. Tanpa-Ku, hidup umat manusia akan terhenti seketika. Tanpa-Ku, manusia akan dilanda bencana dan diinjak-injak oleh bermacam roh jahat, namun tak seorang pun mendengarkan Aku. Aku telah melakukan pekerjaan yang tak mungkin dilakukan siapa pun, harapan-Ku hanyalah agar manusia membalas-Ku dengan perbuatan baik mereka. Kendati yang dapat membalas Aku sangatlah sedikit, Aku tetap akan menyudahi perjalanan-Ku dalam dunia dan memulai pekerjaan-Ku selanjutnya, sebab susah payah-Ku ke sana ke mari di antara manusia selama ini telah berbuahkan hasil, dan Aku sangat senang. Bukan jumlahnya yang Aku pedulikan, melainkan perbuatan baik mereka. Maka Kuharap engkau mempersiapkan diri dengan perbuatan baik yang layak agar tiba di tempat tujuanmu. Dengan demikian barulah Aku puas; bila tidak, tidak ada di antaramu yang akan luput dari bencana yang akan menimpa. Bencana itu berasal dari-Ku dan diatur oleh-Ku, tentu saja. Jika engkau tidak tampak baik di mata-Ku, jangan harap lolos dari bencana itu. Di tengah-tengah aniaya, tindakan dan perbuatanmu tidak akan dianggap pantas, sebab iman dan kasihmu dangkal, dan engkau hanya dapat menyikapinya dengan ketakutan atau keberanian. Mengenai ini, Aku hanya akan menilai apakah baik atau jahat. Penilaian-Ku selanjutnya adalah bagaimana masing-masing dari antaramu bertindak dan mengungkapkan dirimu sendiri, dan berdasarkan itu Aku akan menentukan bagaimana akhir dirimu. Tetapi, Aku harus tegaskan satu hal: Aku tidak lagi akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang tidak menunjukkan kesetiaan sedikit pun kepada-Ku di masa aniaya, sebab belas kasihan-Ku ada batasnya. Terlebih lagi, Aku tidak menyukai orang-orang yang pernah mengkhianati-Ku, apalagi bergaul dengan orang yang memperdaya sesamanya. Ini adalah watak-Ku, terhadap siapa pun orangnya. Aku harus memberitahumu hal ini: Barang siapa menyakiti hati-Ku tidak akan menerima ampunan dari-Ku untuk kedua kalinya, tetapi orang yang setia kepada-Ku, akan diam dalam hati-Ku untuk selamanya.

Sebelumnya:Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal

Selanjutnya:Kepada Siapakah Engkau Setia?

Anda Mungkin Juga Menyukai