Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Penghakiman Dimulai dari Bait Tuhan

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Hanya Mereka yang Mengenal Tuhan Dapat Memberikan Kesaksian Tentang Tuhan

Percaya kepada Tuhan dan mengenal Tuhan merupakan dasar hukum surga dan bumi, dan saat ini—zaman ketika Tuhan yang berinkarnasi melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi—adalah waktu baik untuk mengenal Tuhan. Kita dapat menyenangkan Tuhan dengan cara memahami kehendak-Nya, dan memahami kehendak Tuhan itu penting untuk mengenal Dia. Pengenalan akan Tuhan ini merupakan visi yang harus dimiliki orang percaya; inilah dasar kepercayaan manusia terhadap Tuhan. Jika manusia tidak memiliki pengenalan ini, maka kepercayaannya akan Tuhan pun menjadi tidak jelas, dan berbasiskan teori hampa. Sekalipun orang-orang ini berpendirian teguh untuk mengikuti Tuhan, mereka tidak memperoleh apa pun. Semua orang yang tidak memperoleh apa pun dalam aliran ini adalah mereka yang akan disingkirkan, dan mereka adalah orang-orang yang hanya bertindak ala kadarnya. Dalam langkah pekerjaan Tuhan mana pun yang engkau jalani, engkau harus disertai dengan visi yang kuat. Tanpa visi yang kuat, akan sulit bagi engkau untuk menerima setiap langkah pekerjaan baru, karena manusia tidak mampu membayangkan pekerjaan baru Tuhan, hal itu berada di luar pemahaman manusia. Jadi tanpa seorang gembala untuk menggembalai manusia, tanpa seorang gembala untuk bersekutu tentang visi-visi, manusia tidak mampu menerima pekerjaan baru ini. Jika seseorang tidak dapat menerima visi, maka ia tidak dapat memahami pekerjaan baru Tuhan, dan jika manusia tidak dapat mematuhi pekerjaan baru Tuhan, maka manusia tidak mampu memahami kehendak Tuhan, dan dengan demikian sia-sialah pengenalannya akan Tuhan. Sebelum manusia melaksanakan firman Tuhan, dia harus mengenal firman Tuhan, yaitu memahami kehendak-Nya; hanya melalui cara inilah firman Tuhan dapat dilakukan secara akurat dan sesuai dengan hati Tuhan. Pengenalan akan firman Tuhan harus dimiliki oleh setiap orang yang mencari kebenaran, dan merupakan proses yang harus dialami oleh setiap orang yang mencoba mengenal Tuhan. Proses mengenal firman Tuhan adalah proses mengenal Tuhan, sekaligus proses mengenal pekerjaan Tuhan. Dengan demikian, mengenal visi tidak hanya berarti mengenal kemanusiaan (biasa) Tuhan yang berinkarnasi, tapi juga mengenal firman-firman dan pekerjaan Tuhan. Dari firman Tuhan orang-orang dapat memahami kehendak Tuhan, dan dari pekerjaan Tuhan mereka dapat mengenal watak dan siapa Tuhan. Keyakinan akan Tuhan merupakan langkah awal dalam mengenal Tuhan. Kenaikan tingkatan dari kepercayaan awal ke kepercayaan yang paling mendalam akan Tuhan merupakan proses mengenal dan mengalami pekerjaan Tuhan. Jika engkau hanya sekadar percaya kepada Tuhan dan tidak mau mengenal-Nya, maka kepercayaan engkau tidaklah nyata, dan tidak dapat menjadi murni—tentang hal ini tidak diragukan lagi. Jika, selama proses itu manusia mengalami hadirat Tuhan dan secara bertahap mengenal Tuhan, maka wataknya akan berangsur-angsur berubah, dan kepercayaannya akan menjadi semakin nyata. Dengan demikian, ketika manusia mencapai keberhasilan dalam kepercayaannya kepada Tuhan, dia akan benar-benar mendapatkan Tuhan. Tuhan mengusahakan yang terbaik dengan menjadi daging untuk kedua kalinya dan melakukan pekerjaan-Nya secara pribadi agar manusia dapat mengenal Dia, dan akan dapat melihat Dia. Mengenal Tuhan[a] adalah efek akhir yang harus dicapai di akhir pekerjaan Tuhan; itulah persyaratan akhir Tuhan bagi umat manusia. Dia melakukan ini demi kesaksian terakhir-Nya, dan agar manusia akhirnya dan sepenuhnya dapat berpaling kepada-Nya. Manusia hanya dapat mengasihi Tuhan melalui mengenal-Nya, dan untuk mengasihi Tuhan ia harus mengenal-Nya. Tidak peduli bagaimana ia mencari, atau berusaha mendapatkan, ia harus dapat mencapai pengenalan akan Tuhan. Hanya dengan cara ini manusia dapat memuaskan hati Tuhan. Hanya dengan mengenal Tuhanlah manusia dapat sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan hanya melalui mengenal Tuhan, ia dapat sungguh-sungguh menghormati dan mematuhi Tuhan. Mereka yang tidak mengenal Tuhan tidak akan pernah sungguh-sungguh mematuhi dan menghormati Tuhan. Mengenal Tuhan termasuk mengenal watak Tuhan, memahami kehendak-Nya, dan mengenal siapa-Nya. Namun, setiap aspek dari mengenal Tuhan mengharuskan manusia untuk membayar harga, dan membutuhkan kemauan untuk tunduk, yang tanpanya tidak ada seorang pun yang dapat mengikuti hingga akhir. Pekerjaan Tuhan sangat tidak sesuai dengan pemahaman manusia, watak Tuhan dan siapa Tuhan terlalu sulit untuk diketahui manusia, dan semua yang Tuhan katakan dan lakukan terlalu sulit untuk dipahami manusia. Jika manusia ingin mengikuti Tuhan, tapi tidak ingin menaati Tuhan, maka ia tidak akan mendapatkan apa pun. Sejak dunia diciptakan sampai saat ini, Tuhan telah melakukan banyak pekerjaan yang sulit dipahami dan diterima manusia, dan Tuhan telah mengatakan banyak hal yang membuat pemahaman manusia sulit disembuhkan. Namun Dia tidak pernah menghentikan pekerjaan-Nya karena manusia mengalami terlalu banyak kesulitan; Dia terus bekerja dan berbicara, dan meskipun sejumlah besar "pejuang" telah jatuh ke tepi jalan, Dia masih melakukan pekerjaan-Nya, dan terus memilih kelompok demi kelompok orang yang bersedia menaati pekerjaan baru-Nya. Dia tidak mengasihani "pahlawan" yang terjatuh itu tapi malah menghargai mereka yang menerima pekerjaan dan firman baru-Nya. Namun, sampai kapankah Dia bekerja seperti ini, selangkah demi selangkah? Mengapa Dia selalu menyingkirkan dan memilih orang? Mengapa Dia selalu menggunakan metode seperti itu? Tujuan pekerjaan-Nya adalah agar manusia mengenal Dia, dan karenanya dimenangkan oleh Dia. Prinsip pekerjaan-Nya adalah terhadap orang-orang yang dapat mematuhi pekerjaan yang Dia lakukan saat ini, dan bukan terhadap mereka yang mematuhi pekerjaan masa lalu-Nya, namun menentang pekerjaan-Nya saat ini. Inilah sebabnya Dia telah menyingkirkan begitu banyak orang.

Hasil dari pelajaran mengenal Tuhan tidak dapat dicapai dalam satu atau dua hari: Manusia harus mengumpulkan pengalaman, menjalani penderitaan, dan memiliki ketaatan yang sejati. Pertama-tama, mulailah dari pekerjaan dan firman Tuhan. Engkau harus mengerti apa saja yang terkandung di dalam mengenal Tuhan, bagaimana cara mencapai pengenalan akan Tuhan, dan cara melihat Tuhan selama pengalaman engkau. Inilah yang harus dilakukan setiap orang saat mereka belum mengenal Tuhan. Tidak seorang pun dapat memahami pekerjaan dan firman Tuhan secara langsung, dan tidak ada yang bisa mencapai pengenalan menyeluruh tentang Tuhan dalam waktu singkat. Proses pengalaman diperlukan di sini, karena tanpa itu tidak ada yang dapat sungguh-sungguh mengenal atau mengikuti Tuhan. Semakin banyak pekerjaan yang Tuhan lakukan, semakin banyak orang yang mengenal Dia. Semakin ganjil pekerjaan Tuhan di dalam gagasan manusia, semakin pengenalan manusia tentang Dia diperbarui dan diperdalam. Jika pekerjaan Tuhan tetap tidak berubah selamanya, maka manusia hanya memiliki sedikit pengenalan tentang Tuhan. Sejak penciptaan dunia sampai saat ini, engkau sekalian harus mengenal jelas tentang visi yang dulu Tuhan lakukan selama Zaman Hukum Taurat dan selama Zaman Kasih Karunia, dan apa yang Ia lakukan selama Zaman Kerajaan. Engkau sekalian harus mengenal pekerjaan Tuhan. Baru setelah mengikuti Yesus, Petrus secara bertahap semakin banyak mengenal pekerjaan yang dilakukan Roh di dalam Yesus. Dia berkata, "Mengandalkan pengalaman manusia tidaklah cukup untuk mencapai pengenalan yang lengkap akan Tuhan; diperlukan banyak hal baru yang berasal dari pekerjaan Tuhan untuk membantu kita mengenal Tuhan. “Pada mulanya, Petrus percaya bahwa Yesus diutus oleh Tuhan, seperti halnya seorang rasul, dan dia tidak melihat Yesus sebagai Kristus. Sementara Petrus dipanggil untuk mengikut[b] Yesus, Yesus bertanya kepadanya, "Simon, anak Yunus, maukah engkau mengikut Aku?" Petrus berkata, "Aku harus mengikuti Dia yang diutus oleh Bapa-Ku yang di surga. Aku harus mengakui ia yang dipilih oleh Roh Kudus. Aku akan mengikuti Engkau." Dari kata-katanya, dapat diketahui bahwa Petrus sama sekali tidak memiliki pengenalan akan Yesus; dia telah mengalami firman Tuhan, telah mengalaminya sendiri, dan telah menderita kesusahan bagi Tuhan, namun dia tidak mengenal pekerjaan Tuhan. Setelah memiliki pengalaman, di dalam Yesus, Petrus banyak melihat perbuatan Tuhan, keindahan Tuhan, dan wujud Tuhan di dalam Yesus. Dia juga melihat bahwa kata-kata Yesus tidak mungkin diucapkan oleh manusia, dan bahwa pekerjaan yang Yesus lakukan tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Selanjutnya, dalam firman dan tindakan Yesus, Petrus melihat banyak hikmat Tuhan dan pekerjaan ilahi. Selama pengalamannya, dia tidak hanya dapat mengenal dirinya sendiri, tapi juga berfokus untuk mengamati tindakan-tindakan Yesus. Dari situ dia menemukan banyak hal baru; yaitu, bahwa ada banyak pengungkapan dari Tuhan yang praktis dalam pekerjaan yang Tuhan lakukan melalui Yesus, dan bahwa kata-kata, tindakan, cara Yesus menggembalakan gereja-gereja dan pekerjaan yang dilakukan-Nya berbeda dari yang dilakukan manusia biasa manapun. Jadi, dari Yesus dia belajar banyak tentang pelajaran yang seharusnya dia pelajari, dan saat Yesus dipaku ke kayu salib, dia mendapatkan sebagian pengenalan akan Yesus—pengenalan yang menjadi dasar kesetiaan seumur hidupnya kepada Yesus, dan penyaliban terbaliknya demi Yesus. Pada mulanya ia memiliki beberapa gagasan, dan tidak memiliki pengenalan yang jelas tentang Yesus, tetapi hal-hal semacam ini pasti ditemukan pada manusia yang rusak. Menjelang disalibkan, Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa penyaliban-Nya adalah pekerjaan yang harus Ia lakukan. Ia harus ditinggalkan oleh manusia di zaman itu, zaman uzur yang tidak murni ini harus memakukan Dia ke kayu salib, dan Ia telah datang untuk menyelesaikan pekerjaan penebusan, dan setelah menyelesaikan pekerjaan ini, pelayanan-Nya akan berakhir. Setelah mendengar ini, Petrus diliputi oleh kesedihan, dan bahkan merasa lebih mengabdi kepada Yesus. Ketika Yesus dipaku ke kayu salib, Petrus menangis dengan getir secara diam-diam. Sebelum ini, dia telah bertanya kepada Yesus, "Tuhanku! Engkau mengatakan bahwa Engkau akan disalibkan. Setelah Engkau disalibkan, kapankah kami akan melihat Engkau kembali?" Bukankah kata-katanya campur-aduk? Bukankah di situ tersirat gagasan-gagasannya? Di dalam hatinya, dia tahu bahwa Yesus telah datang untuk menyelesaikan bagian dari pekerjaan Tuhan, dan bahwa setelah Yesus pergi, Roh akan menyertai-Nya. Meskipun Dia dipaku ke kayu salib dan naik ke surga, Roh Tuhan akan menyertai-Nya. Pada saat itu, dia memiliki sebagian pengenalan akan Yesus, dan tahu bahwa Dia telah diutus oleh Roh Tuhan, bahwa Roh Tuhan ada di dalam Dia, dan bahwa Yesus adalah Tuhan sendiri, Dia adalah Kristus. Namun karena kasihnya kepada Yesus, dan karena kelemahannya sebagai manusia, Petrus masih mengucapkan kata-kata seperti itu. Jika engkau bisa mengamati dan melalui pengalaman yang teliti dalam setiap langkah pekerjaan Tuhan, maka secara bertahap engkau akan dapat menemukan keindahan Tuhan. Dan bagaimana dengan visi Paulus? Ketika Yesus menampakkan diri kepadanya, Paulus berkata: "Ya, Tuhanku! Siapakah Engkau?" Yesus berkata: "Akulah Yesus yang kau aniaya itu." Inilah visi Paulus. Petrus menggunakan kebangkitan Yesus dan penampakan diri-Nya selama 40 hari, serta ajaran Yesus selama masa hidup-Nya, sebagai visinya hingga ia mencapai akhir perjalanannya.

Manusia mengalami Tuhan, mengenal dirinya sendiri, membersihkan dirinya sendiri dari watak rusak, dan berusaha bertumbuh dalam kehidupan, semua itu demi mengenal Tuhan. Jika engkau hanya berusaha untuk mengenal diri engkau dan menangani dengan watak rusak engkau sendiri, dan tidak memiliki pengetahuan tentang pekerjaan yang Tuhan lakukan untuk manusia, tentang betapa besar keselamatan-Nya, atau betapa engkau mengalami Tuhan dan menyaksikan perbuatan-perbuatan-Nya, maka pengalaman engkau itu sia-sia. Jika engkau berpikir bahwa dapat melakukan kebenaran dan mampu bertahan berarti kehidupan seseorang telah bertumbuh, maka artinya engkau masih belum memahami arti kehidupan yang sebenarnya, dan tetap tidak mengerti maksud Tuhan dalam orang yang bekerja. Satu hari, ketika engkau berada di gereja-gereja religius, di antara anggota-anggota Gereja Pertobatan atau Gereja Kehidupan, engkau akan bertemu dengan banyak orang saleh yang doanya berisi visi, dan yang merasa tersentuh serta dibimbing oleh firman dalam hidup mereka sehari-hari. Terlebih lagi, dalam banyak hal mereka mampu bertahan, dan menyangkal diri mereka sendiri, tidak dipimpin oleh hasrat daging. Pada saat itu, engkau tidak akan dapat membedakan: engkau akan percaya bahwa semua yang mereka lakukan itu benar, merupakan pengungkapan alami kehidupan, dan sangat disayangkan bahwa nama yang mereka percayai itu salah. Bukankah kepercayaan semacam itu sangat bodoh? Mengapa dikatakan bahwa banyak orang tidak memiliki kehidupan? Karena mereka tidak mengenal Tuhan, dan karena itu mereka tidak memiliki Tuhan, dan tidak memiliki kehidupan. Jika kepercayaan engkau kepada Tuhan telah sampai pada titik tertentu ketika engkau dapat sungguh-sungguh mengenal perbuatan Tuhan, kenyataan Tuhan, dan setiap tahap pekerjaan Tuhan, maka engkau benar-benar memiliki kebenaran. Namun, jika engkau tidak mengenal pekerjaan dan watak Tuhan, maka pengalaman engkau masih kurang. Bagaimana Yesus melakukan tahap pekerjaan-Nya, bagaimana tahap ini dilaksanakan, bagaimana Tuhan melakukan pekerjaan-Nya di Zaman Kasih Karunia ini dan pekerjaan apakah yang telah dilakukan, dan sedang dilakukan di tahap ini—jika engkau tidak sepenuhnya mengenal hal-hal ini, engkau tidak akan pernah merasa yakin dan aman. Jika, setelah masa mengalami, engkau dapat mengenal pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan dan setiap langkah pekerjaan Tuhan, serta memiliki pengenalan menyeluruh tentang tujuan firman Tuhan, dan mengapa begitu banyak firman yang telah Dia ucapkan yang belum tergenapi, maka engkau dapat dengan tenang dan berani melangkah maju, bebas dari kekhawatiran atau pemurnian. Engkau sekalian harus melihat sarana yang Tuhan gunakan untuk mencapai begitu banyak pekerjaan-Nya. Dia menggunakan firman yang Dia ucapkan, memurnikan manusia, dan mengubah pemahaman manusia melalui berbagai macam firman. Segala penderitaan yang telah engkau sekalian alami, semua pemurnian yang engkau sekalian alami, penanganan yang telah engkau sekalian terima di dalam diri, pencerahan yang engkau sekalian alami—semuanya itu telah dicapai dengan menggunakan firman-firman yang diucapkan oleh Tuhan. Karena apakah manusia mengikuti Tuhan? Karena firman Tuhan! Firman-firman Tuhan sangat misterius, dan bisa menyentuh hati manusia, mengungkapkan hal-hal yang ada di lubuk hati manusia, dapat membuat dia mengetahui hal-hal yang terjadi di masa lalu, dan memungkinkannya melihat ke masa depan. Maka manusia menanggung penderitaan karena firman Tuhan, dan disempurnakan karena firman Tuhan, dan saat itulah manusia mengikuti Tuhan. Apa yang harus dilakukan manusia pada tahap ini adalah menerima firman Tuhan, terlepas dari apakah dia disempurnakan, atau dimurnikan, kuncinya adalah firman Tuhan. Inilah pekerjaan Tuhan, dan merupakan visi yang harus diketahui manusia saat ini.

Bagaimana Tuhan menyempurnakan manusia? Apakah watak Tuhan? Apakah yang terkandung di dalam watak-Nya? Semua ini harus dipahami; inilah penyebaran nama Tuhan, ini memberi kesaksian tentang Tuhan, dan meninggikan Tuhan, dan pada akhirnya manusia akan mencapai perubahan dalam watak hidupnya berdasarkan pengenalan akan Tuhan. Semakin banyak penanganan dan pemurnian yang dialami manusia, semakin besar kekuatannya, dan semakin banyak langkah pekerjaan Tuhan, semakin manusia disempurnakan. Saat ini, dalam pengalaman manusia, setiap langkah pekerjaan Tuhan menentang pemahaman manusia, dan setiap langkah tak terbayangkan oleh intelektualitas manusia, dan di luar harapannya. Tuhan menyediakan semua yang dibutuhkan oleh manusia, dan dalam segala hal, itu bertentangan dengan pemahaman manusia, dan ketika engkau lemah, Tuhan mengucapkan firman-firman-Nya; hanya dengan cara ini Dia mencukupi kebutuhan hidup engkau. Dengan menyerang balik pemahaman engkau, engkau akan menerima penanganan Tuhan, dan hanya dengan cara ini engkau dapat menyingkirkan sifat kerusakan engkau. Saat ini, dalam satu hal, Tuhan yang berinkarnasi bekerja dalam keilahian, dan dalam hal lain Dia bekerja dalam kemanusiaan yang biasa. Engkau seharusnya tidak menyangkal apa pun pekerjaan yang Tuhan lakukan, dan engkau harus mematuhi apa yang Tuhan katakan atau lakukan dalam kemanusiaan yang biasa, dan betapapun biasanya Dia, engkau harus mematuhi dan memahami. Hanya saat engkau memiliki pengalaman aktual baru engkau bisa tahu pasti bahwa Dia adalah Tuhan, dan berhenti membuat gagasan sendiri, dan mengikuti Dia sampai akhir. Terdapat hikmat dalam pekerjaan Tuhan, dan Dia mengetahui bagaimana manusia dapat menjadi kesaksian tentang Dia. Dia mengetahui letak kelemahan utama manusia, dan firman-firman yang Dia ucapkan dapat menyerang engkau pada kelemahan utama engkau, namun Dia juga menggunakan firman-firman megah dan bijak-Nya untuk membuat engkau menjadi kesaksian tentang Dia. Demikianlah perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan. Pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan tak terbayangkan oleh akal manusia. Penghakiman Tuhan menyingkapkan jenis-jenis kerusakan yang dimiliki manusia - yang berasal dari daging - dan apa hal-hal yang merupakan hakikat manusia, dan semua itu membuat manusia tak memiliki tempat untuk bersembunyi dari rasa malunya.

Tuhan melakukan pekerjaan penghakiman dan hajaran sehingga manusia dapat mengenal Dia, dan demi kesaksian-Nya. Tanpa penghakiman-Nya atas watak rusak manusia, manusia tidak akan mengenal watak kebenaran-Nya yang tidak membiarkan pelanggaran, dan tidak bisa mengubah pengenalan lamanya tentang Tuhan menjadi baru. Demi kesaksian-Nya, dan demi pengelolaan-Nya, Dia membuka keseluruhan-Nya untuk umum, sehingga memungkinkan manusia untuk mencapai pengenalan akan Tuhan, dan mengubah wataknya, dan memberikan kesaksian yang kuat tentang Tuhan melalui penampilan umum-Nya. Perubahan terjadi dalam watak manusia melalui berbagai jenis pekerjaan Tuhan. Tanpa perubahan semacam itu dalam watak manusia, manusia tidak dapat memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan tidak dapat berkenan kepada Tuhan. Perubahan dalam watak manusia menandakan bahwa manusia telah melepaskan diri dari ikatan Iblis, telah membebaskan dirinya dari pengaruh kegelapan, dan telah sungguh-sungguh menjadi model dan contoh pekerjaan Tuhan, telah benar-benar menjadi saksi Tuhan dan seseorang yang berkenan kepada Tuhan. Saat ini, Tuhan yang berinkarnasi telah datang untuk melakukan pekerjaan-Nya di bumi, dan Dia menginginkan manusia untuk meraih pengetahuan akan Dia, taat kepada-Nya, memberi kesaksian tentang-Nya—mengenal pekerjaan praktis dan normal-Nya, mematuhi semua firman dan pekerjaan-Nya yang tidak sesuai dengan pemahaman manusia, dan memberikan kesaksian atas seluruh pekerjaan-Nya dalam menyelamatkan manusia, dan semua perbuatan yang Dia lakukan yang menaklukkan manusia. Mereka yang memberikan kesaksian tentang Tuhan pasti memiliki pengetahuan akan Tuhan; hanya kesaksian semacam inilah yang akurat, dan nyata, serta hanya kesaksian semacam ini yang dapat mempermalukan Iblis. Tuhan memakai orang-orang yang telah mengenal Dia melalui penghakiman dan hajaran, penanganan dan pemangkasan, untuk memberikan kesaksian tentang-Nya. Dia memakai orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis untuk memberikan kesaksian tentang-Nya, dan Dia juga memakai orang-orang yang wataknya telah berubah, dan yang telah memperoleh berkat-Nya, untuk memberikan kesaksian tentang-Nya. Dia tidak membutuhkan manusia untuk memuji Dia hanya dengan perkataan saja, dan Dia juga tidak membutuhkan pujian dan kesaksian dari sejenis Iblis, yang belum diselamatkan oleh Dia. Hanya mereka yang mengenal Tuhan memenuhi syarat untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan hanya mereka yang wataknya telah berubah memenuhi syarat untuk memberikan kesaksian tentang Tuhan, dan Tuhan tidak akan membiarkan manusia untuk dengan sengaja mempermalukan nama-Nya.

Catatan kaki:

a. Teks asli berbunyi "Pekerjaan mengenal Tuhan."

b. Teks asli berbunyi "mengikuti."

Sebelumnya:Pembahasan Singkat Tentang “Kerajaan Seribu Tahun Telah Datang”

Selanjutnya:Cara Petrus Mengenal Yesus

Anda Mungkin Juga Menyukai