Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Cara Mengenal Tuhan di Bumi

Engkau semua senang menerima upah di hadapan Tuhan dan menjadi objek kemurahan di mata-Nya. Ini merupakan harapan setiap orang setelah mulai beriman kepada Tuhan, karena manusia dengan sepenuh hati berjuang untuk hal yang lebih tinggi dan tidak seorang pun mau tertinggal dari orang lain. Inilah jalan manusia. Justru karena alasan ini, banyak di antaramu tidak henti-hentinya berusaha menjilat Tuhan untuk memperoleh kemurahan Tuhan di surga, tetapi sebenarnya, kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada Tuhan jauh lebih rendah daripada kesetiaan dan ketulusan hatimu kepada diri sendiri. Mengapa Aku mengatakan ini? Karena Aku sama sekali tidak mengakui kesetiaanmu kepada Tuhan, dan Aku bahkan menyangkal bahwa Tuhan berada dalam hatimu. Jadi bisa dikatakan, Tuhan yang engkau sembah, Tuhan samar yang engkau kagumi, sama sekali tidak ada. Alasan Aku dapat mengatakan ini dengan sangat pasti adalah karena engkau terlalu jauh dari Tuhan yang sejati. Alasan mengapa engkau memiliki kesetiaan adalah karena keberadaan berhala di dalam hatimu, dan mengenai diri-Ku, Tuhan yang tampak tidak besar maupun kecil di matamu, yang engkau lakukan hanyalah mengakui Aku dengan kata-kata. Ketika Aku berbicara tentang jauhnya jarakmu dari Tuhan, Aku mengacu pada seberapa jauh engkau dari Tuhan yang sejati, sementara Tuhan yang samar tampaknya dekat. Ketika Aku mengatakan "tidak besar," ini mengacu pada bagaimana Tuhan yang engkau percaya di saat ini tampaknya hanya merupakan pribadi tanpa kemampuan yang hebat; pribadi yang tidak terlalu mulia. Ketika Aku mengatakan "tidak kecil," ini berarti bahwa, walaupun pribadi ini kau anggap tidak dapat memanggil angin dan memerintahkan hujan, Ia dapat memanggil Roh Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang mengguncangkan langit dan bumi, membuat manusia sepenuhnya bingung. Dari luar, engkau semuanya tampak sangat taat kepada Kristus di bumi ini, tetapi pada hakikatnya engkau tidak memiliki iman kepada-Nya, juga tidak mengasihi-Nya. Yang Aku maksudkan adalah bahwa pribadi yang benar-benar engkau imani adalah Tuhan yang samar yang ada dalam perasaanmu, dan yang sungguh-sungguh engkau kasihi adalah Tuhan yang kau rindukan siang dan malam, tetapi yang tidak pernah engkau lihat secara langsung. Sementara bagi Kristus ini, imanmu sangat kecil, dan kasihmu kepada-Nya bukanlah apa-apa. Iman berarti keyakinan dan kepercayaan, kasih berarti pemujaan dan kekaguman di dalam hati, tidak pernah terpisahkan. Namun, iman dan kasihmu terhadap Kristus saat ini sangat kekurangan hal ini. Ketika menyangkut iman, bagaimana engkau beriman kepada-Nya? Ketika menyangkut kasih, dengan cara apa engkau mengasihi-Nya? Engkau jelas tidak memiliki pemahaman tentang watak-Nya, apalagi mengetahui hakikat-Nya, jadi bagaimana engkau beriman kepada-Nya? Di manakah kenyataan imanmu kepada-Nya ? Bagaimana engkau mengasihi-Nya? Di mana kenyataan kasihmu untuk-Nya?

Banyak yang telah mengikuti Aku tanpa keraguan sampai saat ini, dan selama beberapa tahun ini, engkau telah sangat lelah. Aku sepenuhnya memahami karakter bawaan dan kebiasaanmu masing-masing, dan sangat sukar untuk berinteraksi denganmu. Malangnya, meskipun Aku memiliki banyak informasi tentang dirimu, engkau tidak memiliki sedikit pun pemahaman tentang Aku. Tidak heran orang mengatakan engkau tertipu oleh manusia di saat kebingungan. Memang, engkau tidak mengerti apa-apa tentang watak-Ku, apalagi menyelami apa yang ada di dalam pikiran-Ku. Sekarang, kesalahpahamanmu terhadap-Ku merupakan penghinaan tambahan terhadap luka, dan imanmu kepada-Ku tetap merupakan iman yang kebingungan. Alih-alih mengatakan bahwa engkau beriman kepada-Ku, akan lebih tepat mengatakan bahwa engkau semuanya hanya berusaha menjilat untuk memperoleh kemurahan hati-Ku dan mencari muka kepada-Ku. Motifmu sangat sederhana—siapa pun yang dapat memberiku upah, akan aku ikuti, dan siapa pun dapat memampukanku melepaskan diri dari bencana besar akan aku percayai, baik dia Tuhan maupun sembarang Tuhan. Tidak satu pun dari hal ini yang kupedulikan. Ada banyak manusia seperti itu di antaramu, dan ini keadaan yang sangat serius. Jika, suatu hari, sebuah ujian diberikan untuk melihat seberapa banyak di antaramu yang beriman kepada Kristus karena engkau memiliki wawasan yang mendalam tentang hakikat-Nya, Aku khawatir tidak ada satu pun darimu yang akan lulus dalam ujian seperti yang Aku harapkan. Jadi, tidak ada salahnya bagimu untuk mempertimbangkan pertanyaan ini: Tuhan yang engkau imani amat berbeda dengan diri-Ku, dan karena itu, apa inti imanmu kepada Tuhan? Semakin engkau percaya kepada Tuhan yang ada dalam bayanganmu, semakin jauh engkau menyimpang dari-Ku. Lalu apa inti dari masalah ini? Aku yakin tidak satu pun darimu pernah mempertimbangkan masalah ini, tetapi pernahkah keseriusan masalah ini engkau pikirkan? Apakah engkau memikirkan konsekuensi dari melanjutkan bentuk kepercayaan seperti ini?

Sekarang, masalah yang ada di hadapanmu banyak, dan tidak satu pun dari antaramu mahir menemukan solusinya. Jika ini berlanjut, satu-satunya orang yang akan kalah adalah dirimu sendiri. Aku akan membantumu mengenali masalahnya, tetapi terserah kepadamu untuk menemukan solusinya.

Aku sangat menghargai orang-orang yang tidak menaruh curiga terhadap orang lain dan Aku juga sangat menyukai mereka yang siap menerima kebenaran. Kepada kedua jenis manusia ini, Aku menunjukkan perhatian yang besar, karena di mata-Ku mereka adalah orang-orang yang jujur. Jika engkau seorang yang sangat culas, maka engkau akan memiliki hati dan pikiran yang penuh curiga mengenai semua hal dan semua orang. Dengan demikian, imanmu terhadap-Ku dibangun di atas fondasi kecurigaan. Sikap beriman seperti ini tidak akan pernah Aku akui. Karena tidak memiliki iman yang tulus, engkau akan semakin jauh dari kasih sejati. Jika engkau dapat meragukan Tuhan dan berspekulasi tentang diri-Nya sesuka hatimu, tidak diragukan lagi engkau adalah orang yang paling culas. Engkau berspekulasi apakah Tuhan dapat menjadi seperti manusia: penuh dosa yang tak dapat diampuni, berpikiran sempit, tidak menjunjung kesetaraan dan akal sehat, kurang memiliki rasa keadilan, menyetujui taktik yang kejam, curang, dan licik, serta merasa senang dengan kejahatan dan kegelapan, dan seterusnya. Bukankah alasan manusia memiliki pemikiran seperti itu karena manusia sama sekali tidak memiliki pengenalan akan Tuhan? Cara beriman ini sungguh berdosa! Terlebih lagi, bahkan ada beberapa yang percaya bahwa orang-orang yang menyenangkan Aku tidak lain adalah para penyanjung dan penjilat, dan mereka yang kekurangan keterampilan ini tidak akan diterima dan akan kehilangan tempat mereka di rumah Tuhan. Apakah hanya ini pengenalan yang telah engkau kumpulkan selama bertahun-tahun? Apakah ini yang telah engkau peroleh? Pengenalanmu tentang Aku tidak berhenti pada kesalahpahaman ini, yang lebih buruk lagi adalah penghujatanmu terhadap Roh Tuhan dan penistaan terhadap Surga. Inilah sebabnya Aku mengatakan bahwa cara beriman sepertimu hanya akan menyebabkan engkau menyimpang lebih jauh dari-Ku dan semakin menentang Aku. Melalui pekerjaan selama bertahun-tahun, engkau telah melihat banyak kebenaran, tetapi apakah engkau tahu apa yang telah didengar telinga-Ku? Berapa banyak di antaramu yang bersedia menerima kebenaran? Engkau semua percaya bahwa engkau bersedia membayar harga untuk kebenaran, tetapi berapa banyak yang sudah benar-benar menderita karena kebenaran? Semua yang ada di dalam hatimu adalah kedurhakaan, dan karena itu engkau percaya bahwa setiap orang, siapa pun dia, adalah penipu dan pembohong. Engkau bahkan percaya bahwa Tuhan yang berinkarnasi akan sama seperti manusia biasa, tanpa hati yang baik atau kasih yang murah hati. Terlebih lagi, engkau percaya bahwa karakter mulia dan sifat yang penuh belas kasihan dan kemurahan hanya ada dalam Tuhan di surga. Engkau percaya bahwa orang kudus semacam itu tidak ada, dan hanya kegelapan dan kejahatan yang menguasai bumi, sementara Tuhan adalah sosok yang baik dan indah, yang keberadaannya dirindukan manusia, sosok legendaris yang dibuat oleh manusia. Dalam pikiranmu, Tuhan di surga sangat jujur, benar, dan besar, layak disembah dan dikagumi, tetapi Tuhan di bumi ini hanyalah pengganti dan alat Tuhan di surga. Engkau percaya Tuhan ini tidak dapat disetarakan dengan Tuhan di surga, apalagi dibandingkan dengan-Nya. Terkait kebesaran dan kehormatan Tuhan, itu milik kemuliaan Tuhan di surga, tetapi jika menyangkut sifat dan kebobrokan manusia, itu adalah ciri-ciri yang berkaitan dengan peran Tuhan di bumi. Tuhan di surga selamanya mulia, sementara Tuhan di bumi selamanya remeh, lemah, dan tidak kompeten. Tuhan di surga tidak dikuasai emosi, hanya memiliki kebenaran, sedangkan Tuhan di bumi hanya memiliki motif yang egois dan tidak menjunjung kesetaraan atau akal sehat. Tuhan di surga tidak sedikit pun bercacat cela dan selalu setia, sementara Tuhan di bumi selalu memiliki sisi yang tidak jujur. Tuhan di surga sangat mengasihi manusia, sementara Tuhan di bumi tidak memadai dalam menunjukkan kepedulian-Nya kepada manusia, bahkan mengabaikannya sepenuhnya. Pengenalan yang keliru ini telah lama tersimpan dalam hatimu dan mungkin juga akan terus berlanjut di masa depan. Engkau menilai semua perbuatan Kristus dari sudut pandang orang yang tidak benar dan mengevaluasi semua pekerjaan-Nya, serta identitas dan hakikat-Nya, dari sudut pandang orang jahat. Engkau telah membuat kesalahan besar dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh mereka yang datang sebelum engkau. Artinya, engkau hanya melayani Tuhan yang mulia di surga dengan mahkota di atas kepalanya dan tidak pernah memperhatikan Tuhan yang engkau anggap remeh sehingga tidak terlihat olehmu. Bukankah ini dosamu? Bukankah ini contoh klasik tentang pelanggaranmu terhadap watak Tuhan? Engkau menyembah Tuhan di surga. Engkau memuja gambar-gambar mulia dan menghormati mereka yang dipandang fasih berbicara. Engkau dengan senang hati diperintah oleh Tuhan yang mengisi tanganmu dengan kekayaan, dan sangat mendambakan Tuhan yang dapat memenuhi setiap keinginanmu. Satu-satunya yang tidak engkau sembah adalah Tuhan yang tidak mulia. Satu-satunya hal yang engkau benci adalah keterikatan dengan Tuhan ini yang tidak dapat dihargai oleh manusia mana pun. Satu-satunya hal yang tidak ingin engkau lakukan adalah melayani Tuhan yang tidak pernah memberimu satu sen pun, dan satu-satunya yang tidak mampu membuatmu merindukan-Nya adalah Tuhan yang tidak menyenangkan ini. Tuhan seperti ini tidak dapat memampukanmu memperluas cakrawalamu, membuatmu merasa seolah-olah telah menemukan harta karun, apalagi memenuhi keinginanmu. Lalu, mengapa engkau mengikuti-Nya? Sudahkah engkau memikirkan pertanyaan seperti ini?

Apa yang engkau lakukan tidak hanya akan menyinggung Kristus ini. Yang lebih penting lagi, hal itu menyinggung Tuhan yang di surga. Aku pikir, ini bukan, tujuan imanmu kepada Tuhan! Engkau sangat menginginkan agar Tuhan menyenangkanmu, tetapi engkau sangat jauh dari Tuhan. Apa masalahnya di sini? Engkau hanya menerima perkataan-perkataan-Nya, tetapi tidak mau menerima penanganan atau pemangkasan-Nya; apalagi menerima setiap pengaturan-Nya, agar memiliki iman yang utuh kepada-Nya. Lalu, apa masalahnya di sini? Dalam analisis terakhir, imanmu adalah cangkang telur kosong yang tidak akan dapat menetaskan anak ayam. Karena imanmu tidak membawa kebenaran atau memberimu kehidupan, melainkan membawa perasaan palsu akan rezeki dan pengharapan. Tujuanmu percaya kepada Tuhan adalah demi pengharapan dan kesan rezeki, dan bukan demi kebenaran dan kehidupan. Oleh karena itu, Aku mengatakan bahwa tujuan imanmu kepada Tuhan tidak lain adalah mencoba untuk mencari kemurahan Tuhan melalui penghambaan dan rasa tidak tahu malu, dan sama sekali tidak dapat dianggap sebagai iman yang benar. Bagaimana mungkin anak ayam muncul dari iman seperti ini? Dengan kata lain, buah apa yang bisa didapat dari cara beriman seperti ini? Tujuan imanmu kepada Tuhan adalah memanfaatkan Tuhan untuk memenuhi tujuanmu. Bukankah ini fakta pelanggaranmu terhadap watak Tuhan? Engkau percaya akan keberadaan Tuhan di surga, tetapi menyangkal keberadaan Tuhan di bumi. Akan tetapi, Aku tidak menyetujui pandanganmu. Aku hanya menghargai orang-orang yang selalu realistis dan melayani Tuhan di bumi, tetapi tidak menghargai mereka yang tidak pernah mengakui Kristus yang ada di bumi. Sebesar apa pun kesetiaan orang-orang seperti itu kepada Tuhan di surga, pada akhirnya mereka tidak akan luput dari tangan-Ku yang menghukum orang jahat. Orang-orang ini jahat. Mereka adalah orang-orang jahat yang menentang Tuhan dan tidak pernah dengan senang hati menaati Kristus. Tentu saja, termasuk di antara mereka adalah semua orang yang tidak tahu dan, lebih jauh lagi, tidak mengakui Kristus. Engkau percaya bahwa engkau dapat bertindak sesuka hatimu kepada Kristus selama engkau setia kepada Tuhan di surga. Salah! Ketidakpedulianmu terhadap Kristus adalah ketidakpedulian terhadap Tuhan di surga. Sebesar apa pun kesetiaanmu kepada Tuhan di surga, itu hanya omong kosong dan kepura-puraan, karena Tuhan di bumi tidak hanya penting bagi manusia untuk menerima kebenaran dan pengetahuan yang lebih mendalam, tetapi lebih berperan penting dalam penghukuman terhadap manusia dan sesudahnya dalam menangkap fakta untuk menghukum orang jahat. Sudahkah engkau memahami hasil-hasil yang bermanfaat dan merugikan di sini? Sudahkah engkau mengalaminya? Aku berharap suatu hari nanti engkau akan memahami kebenaran ini: Untuk mengenal Tuhan, engkau bukan saja harus mengenal Tuhan di surga tetapi, lebih penting lagi, Tuhan di bumi. Jangan bingung menentukan prioritasmu atau membiarkan yang sekunder menggantikan yang utama. Hanya dengan cara ini engkau dapat benar-benar membangun hubungan baik dengan Tuhan, menjadi lebih dekat kepada Tuhan, dan membawa hatimu lebih dekat kepada-Nya. Jika engkau telah beriman selama bertahun-tahun dan telah lama bergaul dengan-Ku, tetapi tetap jauh dari Aku, Aku katakan bahwa engkau pasti sering menyinggung watak Tuhan, dan sangat sulit menentukan kesudahanmu. Jika bertahun-tahun bergaul dengan Aku tidak hanya gagal mengubahmu menjadi orang yang memiliki kemanusiaan dan kebenaran, malah membuat kejahatanmu berakar ke dalam sifatmu, dan engkau tidak hanya memiliki dua kali lipat khayalan kemegahan dibandingkan sebelumnya, tetapi kesalahpahamanmu tentang Aku juga berlipat ganda, sehingga engkau menganggap-Ku sebagai kaki tanganmu, Aku mengatakan bahwa penderitaanmu tidak hanya di permukaan kulit, tetapi telah menembus tulang belulangmu. Yang perlu engkau lakukan hanyalah menunggu dibuatnya pengaturan untuk pemakamanmu. Engkau tidak perlu memohon kepada-Ku untuk menjadi Tuhanmu, karena engkau telah melakukan dosa yang layak mendapatkan kematian, dosa yang tak terampuni. Walaupun Aku dapat berbelas kasihan kepadamu, Tuhan di surga akan bersikeras untuk mengambil nyawamu, karena pelanggaranmu terhadap watak Tuhan bukanlah masalah sepele, tetapi sudah sangat serius. Apabila waktunya tiba, jangan salahkan Aku karena tidak memberitahukannya kepadamu terlebih dahulu. Semuanya kembali ke hal ini: Jika engkau bergaul dengan Kristus—Tuhan di bumi—sebagai manusia biasa, yaitu ketika engkau percaya bahwa Tuhan ini hanyalah manusia, pada saat itulah engkau akan binasa. Inilah satu-satunya peringatan-Ku bagimu sekalian.

dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"

Sebelumnya:Hanya Kristus Akhir Zaman yang Bisa Memberi Manusia Jalan Hidup yang Kekal

Selanjutnya:Bagaimana Alkitab dibentuk? Sebenarnya Alkitab itu jenis buku seperti apa?

Anda Mungkin Juga Menyukai