Kami persilakan semua pencari kebenaran untuk menghubungi kami.

Penghakiman Dimulai dari Bait Tuhan

Warna yang Kuat

Tema

Font

Ukuran Font

Spasi Baris

Lebar laman

% Hasil Pencarian

Hasil tidak ditemukan

Dalam Imanmu kepada Tuhan, Engkau Harus Menaati Tuhan

Mengapa engkau percaya kepada Tuhan? Kebanyakan orang dibuat bingung oleh pertanyaan ini. Mereka selalu mempunyai dua sudut pandang yang sepenuhnya berbeda tentang Tuhan dalam wujud yang nyata dan Tuhan yang di surga. Ini menunjukkan bahwa mereka percaya kepada Tuhan bukan untuk taat, melainkan untuk menerima keuntungan-keuntungan tertentu, atau untuk menghindari penderitaan akibat malapetaka. Hanya pada saat itulah mereka sedikit taat, tetapi ketaatan mereka bersyarat. Ketaatan itu demi harapan-harapan pribadi mereka sendiri, dan ketaatan itu dipaksakan kepada mereka. Jadi: mengapa engkau percaya kepada Tuhan? Jika kepercayaan itu hanya demi harapan-harapanmu, dan nasibmu, sebaiknya engkau tidak usah percaya. Kepercayaan seperti ini hanyalah menipu diri, meyakinkan diri, dan mengangkat diri sendiri. Jika imanmu tidak dibangun di atas dasar ketaatan kepada Tuhan, engkau pada akhirnya akan dihukum karena menentang Tuhan. Semua orang yang tidak mengusahakan ketaatan kepada Tuhan dalam iman mereka, menentang Tuhan. Tuhan meminta supaya orang mencari kebenaran, supaya mereka haus akan Firman Tuhan, makan dan minum Firman Tuhan, dan menerapkannya, sehingga mereka dapat mencapai ketaatan kepada Tuhan. Jika motivasimu benar-benar demikian, Tuhan pasti akan membangkitkanmu, dan pasti akan memberimu kasih karunia. Tak seorang pun dapat meragukan ini, dan tak seorang pun dapat mengubahnya. Jika motivasimu bukan demi ketaatan kepada Tuhan, dan engkau mempunyai tujuan-tujuan lain, maka semua yang engkau katakan dan lakukan—doa-doamu di hadapan Tuhan, dan bahkan setiap tindakanmu—akan bertentangan dengan Tuhan. Tutur katamu bisa saja lembut dan perilakumu halus, setiap tindakan dan ungkapanmu bisa saja terlihat benar, engkau bisa saja tampak seperti orang yang taat, tetapi ketika berkenaan dengan motivasimu dan pandanganmu tentang iman kepada Tuhan, segala sesuatu yang engkau lakukan bertentangan dengan Tuhan, dan jahat. Orang-orang yang tampak penurut seperti domba, tetapi yang hatinya menyimpan niat-niat jahat, adalah serigala berbulu domba. Mereka menyakiti hati Tuhan secara langsung, dan Tuhan tidak akan menyayangkan seorang pun dari mereka. Roh Kudus akan menyingkapkan tiap-tiap orang dari mereka, sehingga semua orang dapat melihat bahwa setiap orang yang munafik itu pasti akan dibenci dan ditolak oleh Roh Kudus. Jangan khawatir: Tuhan akan berurusan dan membereskan tiap-tiap orang dari mereka pada waktunya.

Jika engkau tidak mampu menerima terang Tuhan yang baru, dan tidak dapat memahami semua yang dilakukan Tuhan saat ini, dan tidak mencari terang itu, atau malah meragukannya, menjatuhkan penghakiman atasnya, atau menyelidiki dan menganalisisnya, engkau tidak mempunyai hasrat untuk taat. Jika, ketika terang yang sekarang muncul, engkau masih memandang terang yang kemarin dan menentang pekerjaan Tuhan yang baru, engkau hanyalah bahan tertawaan. Engkau adalah salah satu dari orang-orang yang sengaja menentang Tuhan. Kunci untuk menaati Tuhan adalah menghargai terang yang baru, dan mampu menerimanya dan menerapkannya. Hanya inilah ketaatan yang sejati. Orang-orang yang tidak mengingini rasa haus akan Tuhan, tidak akan mungkin berhasrat untuk menaati Tuhan, dan hanya dapat menentang Tuhan sebagai akibat dari kepuasan mereka terhadap status quo. Orang tidak dapat menaati Tuhan karena ia dikuasai oleh apa yang terjadi sebelumnya. Hal-hal yang terjadi sebelumnya telah memberi orang segala macam gagasan dan khayalan tentang Tuhan, yang telah menjadi gambaran Tuhan dalam pikiran mereka. Dengan demikian, yang mereka percayai sebenarnya gagasan-gagasan mereka sendiri, dan kriteria-kriteria yang berasal dari angan-angan mereka sendiri. Jika engkau mengukur Tuhan yang benar-benar bekerja pada saat ini berdasarkan Tuhan dalam angan-anganmu sendiri, imanmu berasal dari Iblis, dan hanya menuruti kesukaanmu sendiri—dan Tuhan tidak menginginkan iman seperti ini. Tidak peduli seberapa luhur mandat yang mereka pegang, dan tidak peduli seberapa besar pengabdian mereka—bahkan sekalipun mereka telah mengabdi seumur hidup untuk mengerjakan pekerjaan-Nya, dan telah menjadikan diri mereka sebagai martir—Tuhan tidak berkenan kepada siapa pun yang mempunyai iman seperti ini. Ia hanya menunjukkan sedikit anugerah kepada mereka, dan mengizinkan mereka menikmatinya untuk sementara waktu. Orang-orang seperti ini tidak mampu untuk menerapkan kebenaran, Roh Kudus tidak bekerja dalam diri mereka, dan Tuhan akan melenyapkan tiap-tiap orang dari mereka pada waktunya. Tidak peduli apakah mereka tua atau muda, orang-orang yang tidak menaati Tuhan dalam iman mereka dan yang mempunyai motivasi-motivasi yang salah, adalah orang-orang yang menentang dan menganggu. Orang-orang seperti itu tidak diragukan lagi akan dilenyapkan oleh Tuhan. Orang-orang yang tanpa ketaatan sedikit pun kepada Tuhan, yang hanya mengakui nama Tuhan, dan yang sedikit banyak memahami betapa berharga dan indahnya Tuhan, namun tidak menyelaraskan langkah mereka dengan langkah-langkah Roh Kudus, dan tidak menaati pekerjaan dan perkataan Roh Kudus pada saat ini—orang-orang seperti itu hidup di tengah-tengah anugerah Tuhan, dan tidak akan dijadikan milik dan disempurnakan Tuhan. Tuhan membuat orang menjadi sempurna melalui ketaatan mereka, melalui tindakan mereka makan, minum, dan menikmati Firman Tuhan, dan melalui penderitaan dan pemurnian dalam hidup mereka. Hanya melalui iman seperti inilah, watak orang bisa berubah, baru setelah itu mereka dapat memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Tidak puas dengan hidup di tengah anugerah Tuhan, terus haus akan kebenaran, mencari kebenaran, dan berusaha menjadi milik Tuhan—inilah yang dimaksud dengan menaati Tuhan secara sadar. Inilah tepatnya jenis iman yang diinginkan Tuhan. Orang-orang yang tidak berbuat lebih daripada sekadar menikmati anugerah Tuhan tidak bisa dijadikan sempurna, atau diubah, dan ketaatan, kesalehan, kasih, serta kesabaran mereka, semuanya dangkal. Orang-orang yang hanya menikmati anugerah Tuhan tidak bisa betul-betul mengenal Tuhan. Bahkan, kalaupun mereka mengenal Tuhan, pengenalan mereka dangkal, dan mereka mengatakan hal-hal seperti Tuhan mengasihi manusia, atau Tuhan berbelas kasihan terhadap manusia. Ungkapan ini tidak menggambarkan hidup manusia, dan tidak menunjukkan bahwa orang betul-betul mengenal Tuhan. Jika, ketika Firman Tuhan memurnikan mereka, atau ketika pencobaan-pencobaan-Nya datang menimpa mereka, orang tidak mampu menaati Tuhan—bukannya taat, mereka menjadi ragu, dan jatuh—mereka tidak taat sama sekali. Dalam diri mereka, ada banyak peraturan dan batasan tentang iman kepada Tuhan, pengalaman-pengalaman masa lalu yang merupakan hasil dari iman selama bertahun-tahun, atau berbagai doktrin yang didasarkan pada Alkitab. Dapatkah orang-orang seperti ini menaati Tuhan? Orang-orang ini penuh dengan perkara-perkara manusia—bagaimana mungkin mereka bisa menaati Tuhan? Mereka semua taat menurut kesukaan mereka sendiri—mungkinkah Tuhan menghendaki ketaatan seperti ini? Ini bukan menaati Tuhan, melainkan mematuhi doktrin, ini berarti memuaskan dan menghibur dirimu sendiri. Jika engkau berkata bahwa ini adalah ketaatan kepada Tuhan, bukankah engkau menghujat Dia? Engkau adalah seorang Firaun dari Mesir, engkau melakukan kejahatan, dan engkau terlibat secara terang-terangan dalam pekerjaan menentang Tuhan—mungkinkah Tuhan menginginkan pelayanan seperti ini? Sebaiknya engkau lekas-lekas bertobat dan bermawas diri. Jika tidak, lebih baik engkau pulang saja: hal itu akan lebih bermanfaat bagimu daripada pelayananmu kepada Tuhan. Engkau tidak akan menyela dan mengganggu, engkau akan menyadari tempatmu, dan hidup dengan baik—dan bukankah itu lebih baik? Dengan begitu, engkau akan terhindar dari menentang Tuhan dan mendapat hukuman!

Sebelumnya:Yang Harus Diubah Dalam Melakukan Pelayanan Rohani

Selanjutnya:Orang Jahat Harus Dihukum

Anda Mungkin Juga Menyukai